Rabu, 03 Mei 2017 19:22 WIB

Begini Cara Telkomsigma Dukung Ekonomi Digital

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: dok. Telkomsigma Foto: dok. Telkomsigma
Jakarta - Telkomsigma bersama diaspora Silicon Valley menyatakan siap mendukung pemerintah Indonesia membangun ekonomi digital.

Caranya, seperti dipaparkan Direktur Bussiness Data Center & Manage Service Telkomsigma Andreuw Th.A.F, dengan memenuhi kebutuhan infrastruktur IT para UKM dan korporasi, mulai dari solusi development, hosting, hingga backup services melalui cloud computing STAR Cloud.

"Transformasi digital merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari. Tantangan yang dihadapi UKM dan korporasi adalah bagaimana memaksimalkan penggunaan infrastruktur IT yang efisien dengan harga terjangkau," ujar Andreuw di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Menurut Andrew, saat ini Telkomsigma sedang melakukan revitalisasi besar-besaran layanan publik cloud, STAR Cloud. Selain untuk meningkatkan kapasitas layanan solusi kepada dunia usaha juga untuk dapat bersaing dengan perusahaan global seperti Microsoft Azure atau Amazon Web Service (AWS). "STAR Cloud ini dibangun dan disupport oleh diaspora Silicon Valley," ucap Andreuw.

Dijelaskan olehnya, STAR Cloud adalah Cloud Management Platform yang menawarkan unlimited bandwidth, sistem payment yang dapat dilakukan secara online dan offline, pengoperasian yang mudah hingga tersedianya multi layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

"STAR Cloud sudah ada sejak dua tahun lalu. Ada perubahan radikal namun brand tetap dipertahankan, tetapi barang yang ditawarkan sama sekali berbeda agar bisa bersaing dengan cloud provider asing yang telah bermain lebih dulu di pasar public cloud," ujar Andrew.

Didukung diaspora dari Silicon Valley, posisi STAR Cloud setelah revitalisasi saat ini berada di garis yang sama dengan Azure atau AWS, bahkan lebih kompetitif. Keunggulan anak usaha Telkom ini adalah pola pembayaran yang bisa secara offline yang diklaim tidak tersediadi perusahaan cloud asing.

Untuk itu Andrew mengatakan, pihaknya sudah siap meluncurkan secara resmi STAR Cloud pada 18 Mei 2017. Didukung dengan data center yang 'Always On' dan tingkat keamanan yang terjamin, dan data center seluas 200.000 meter per segi, menjadi keunggulan lain STAR Cloud.

"Saat ini, umumnya para UKM dan korporasi masih banyak yang menempatkan data di cloud luar negeri yang mencapai 65%. Selebihnya hanya 35% yang menggunakan cloud di dalam negeri," ujarnya.

Untuk itu, tambah Andrew mengajak masyarakat untuk menggunakan produk Merah Putih yang ditawarkan Telkomsigma. "Saat ini setidaknya sebanyak 600 perusahaan telah menggunakan STAR Cloud. Ditargetkan dalam setahun ke depan pengguna STAR Cloud mencapai 25.000 user," tegasnya. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed