Kamis, 20 Apr 2017 18:56 WIB

Indigo Jadi Mak Comblang 10 Startup di Bali

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: dok. Indigo Foto: dok. Indigo
Jakarta - Indigo.id memfasilitasi 10 startup binaannya agar bisa bertemu dengan para ventures capital global di ajang Global Ventures Summit 2017. Sepuluh usaha rintisan digital itu adalah Sonar, Goers, Amtiss, Minutes, Forstok, Privyid, Kofera, Kartoo, Payfazz, dan Jasa Connect.

Helatan yang digelar di Nusa Dua, Bali, 19-21 April 2017 ini menghadirkan lebih dari 25 venture capital, beberapa dari Silicon Valley serta lebih dari 50 angels (injektor sosial) internasional dan ratusan perusahan teknologi informasi komunikasi (TIK).

Ery Punta Hendraswara, Managing Director Indigo.id mengatakan, pihaknya konsisten memfasilitasi binaannya dalam memperoleh wawasan, jejaring bisnis, bahkan kesempatan memperoleh akses permodalan dari venture capital baik regional maupun global.

"Di Global Ventures Summit ini kami libatkan mereka sebagai pengisi acara dalam Indigo Demo Day. Kami buka mereka untuk akses ke global ventures, termasuk permodalan. Tak ada inkubator dan akselerator yang sefleksibel Indigo.id," katanya lewat email, Kamis (20/4/2017).

Menurut Ery, pihaknya menilai penting binaannya dilibatkan dalam even tersebut. Sebab, paling penting adalah membangun ekosistem bagi binaan Indigo.id.
Hal itu dikarenakan kultur wirausaha kita baru tumbuh satu dekade belakangan, jauh dari kultur di India dan Tiongkok. Kita juga bukan siapa-siapa dibandingkan Silicon Valley.

Bertemakan "The #1 Event Focused on Empowering Scalable Technologies in High Growth Markets", Global Ventures Summit 2017 diproyeksikan sebagai ajang kolaborasi bisnis terbaik dengan melibatkan para pemangku kepentingan.

Dari Silicon Valley, venture capital yang hadir antara lain Christine Herron (Managing Director Intel Capital), Bill Reichert (Managing Director Garage Ventures), Andrew Romans (General Partner Rubicon VC), Richard Jun (Managing Director BAM Ventures), Pravan Malhotra (IMF Venture Capital), dst.

Sementara dari tanah air, mereka yang akan mengisi sesi presentasi diskusi antara lain Nicko Widjaja (CEO MDI Ventures), Andy Zain (Managing Partner Kejora Ventures), Ninou Sarwono (Capital Group Companies Emerging Technology Lead).

Kemudian, Hari Sungkari (Deputi Infrastruktur BEKRAF), Fadjar Hutomo (Deputi Akses Finansial BEKRAF), Aulia Halimatussadiah (Chief Content Officer Zetta Media), dan seterusnya.

Sebelum kegiatan ini, akses global diberikan dalam banyak kesempatan, terutama dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, Indigo.id menjadi satu-satunya inkubator start up dalam pameran teknologi informasi komunikasi (TIK) terbesar di Eropa, CEBIT, Jerman, 20-24 Maret 2017.

Indigo.id kala itu masuk dalam 13 eksibitor dari pelaku bisnis TIK tanah air yang tergabung paviliun Archipelageek hasil kerjasama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

CEBIT 2017 bertemakan "Digital Business, DiConomy" yang diikuti lebih dari 3000 eksibitor serta pembicara global mulai dari Edward Snowden sampai dengan Robot pintar Pepper. Diproyeksikan, pengunjung kala itu datang dari sekitar 100 negara seluruh dunia.

Relasi global ini terus dijalin Indigo.id guna memberikan kemudahan binaan menembus pasar lebih luas. Sebelum CEBIT 2017, upaya serupa dilakukan antara lain menjalin aliensi strategis internal dengan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) untuk disosialisasikan pada empat benua di dunia.

Juga, sebelumnya dilakukan Indigo.id dengan inkubator sejenis asal Malaysia, MAGIC (Malaysia Global Innovation and Creative Center), pada 30 November 2016 lalu. Selain MAGIC, Indigo.id dengan konsep serupa bekerjasama pula dengan SVA Technology Alliance yang menyambungkan startup khusus kawasan Asia Tenggara dengan jejaring startup global langsung di Silicon Valley, Amerika Serikat.

Program spirit global ini sebelumnya diterapkan dalam program Indigo Immersion pada 9-16 April 2016 lalu, yang mana tiga binaan Indigo (Amtiss, Kakatu, dan Goers) bertemu startup mendunia seperti Uber, Facebook, Apple dan Google, dan juga venture capital ternama, Kleiner Perkins Caufield & Byers (KPCB). (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed