Kisah Hugo Barra: Tinggalkan Google demi Startup Xiaomi

Kisah Hugo Barra: Tinggalkan Google demi Startup Xiaomi

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Senin, 23 Jan 2017 18:15 WIB
Foto: Muhammad Alif Goenawan
Jakarta - Tepat 3,5 tahun yang lalu, Hugo Barra bikin geger jagat teknologi ketika memutuskan untuk meninggalkan Google demi menerima pinangan Xiaomi.

Pasalnya bukan apa-apa. Posisi Hugo di Google saat itu cukup mentereng: Vice President of Android Product Management.

Artinya, segala sesuatu yang berhubungan dengan pengembangan sistem operasi Android, harus lebih dulu melalui persetujuannya.

Dengan Android menguasai lebih dari 80% pangsa pasar, karir Hugo saat itu bisa melesat lebih tinggi lagi di Google, sang penguasa jagat internet.

Tapi dia memilih hengkang dan bergabung dengan vendor ponsel. Bukan vendor raksasa asal Eropa atau Amerika Serikat, tapi cuma vendor asal China, Xiaomi, yang saat itu bisa dibilang sekelas startup.

Kisah Hugo Barra: Tinggalkan Google demi Startup XiaomiFoto: Facebook/Hugo Barra

Apa Motivasinya?

Hugo Barra adalah pria kelahiran Brasil yang sukses menaklukkan Silicon Valley, pusat teknologi Amerika Serikat. Hal ini tidak mengherankan jika melihat latar belakang pendidikannya yang membuktikan otak Barra memang encer.

Barra lahir 40 tahun lalu di Belo Horizonte, Brasil. Dia masuk kuliah jurusan teknik listrik di Universidade Federal de Minas Gerais (EECS).

Tahun 1996, Barra melanjutkan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, salah satu universitas paling bergengsi di dunia. Masa kuliah itu, Barra magang di Netscape Communications, Walt Disney Imagineering, Merrill Lynch, dan McKinsey & Company

Tahun 2000, Barra mendirikan start up yang bergerak di bidang software wireless sebelum bergabung ke Google pada Maret 2008 sebagai Group Product Manager. Karirnya terus meningkat hingga bergabung ke divisi Android pada tahun 2010 di bawah pimpinan Andy Rubin, sang pencetus Android.

Dari tahun 2010 sampai tahun 2013, Barra banyak berperan dalam pengembangan Android. Hingga akhirnya dia dipromosikan dan menempati jabatan Vice President of Android Product Management. Tapi pada Oktober 2013, dia memutuskan hengkang dari Google dan bergabung ke Xiaomi untuk menempati posisi Vice President of International.

Barra mengaku sebenarnya sudah nyaman bekerja di Google. Terlebih ia sukses berperan menjadi salah satu punggawa penting divisi Android, yang sampai saat ini terus meningkat statusnya sebagai sistem operasi mobile terpopuler di dunia.

Kisah Hugo Barra: Tinggalkan Google demi Startup XiaomiFoto: Facebook/Hugo Barra

Gabung Xiaomi

Akan tetapi Barra memang ingin tantangan baru dan Xiaomi menawarkan kesempatan yang bagus. Terlebih, Barra memang ingin merasakan bagaimana hidup di Asia.

"Bagiku, ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, sungguh sebuah pekerjaan impian. Ide untuk membangun perusahaan global dari bawah yang mungkin saja akan menjadi sama signifikan seperti Google," kata Barra mengenai alasan bergabung dengan Xiaomi.

Kisah Hugo Barra: Tinggalkan Google demi Startup XiaomiFoto: Facebook/Hugo Barra

Barra mengatakan ia memang suka membangun sesuatu dari bawah. Semuanya dimulai ketika ibunya mengikutkan dia dalam sebuah kursus programming ketika Barra masih berusia 8 tahun. "Setelahnya, ayah membelikan aku komputer dan semua ini berawal dari situ," ucapnya.

Tugas Barra di Xiaomi tidak mudah. Dia ditunjuk memimpin ekspansi internasional Xiaomi. Karena itu belakangan, dia sering mengunjungi negara yang menjadi target pasar Xiaomi, termasuk Indonesia.

Xiaomi sudah menjadi brand smartphone top di China dengan metode pemasaran uniknya, sepenuhnya online dan menjual barang dengan harga murah tapi speknya bagus. Tugas Barra adalah membuat brand Xiaomi juga dikenal di mancanegara.

"Sebagai sebuah brand, kami tahu bahwa kami tidak dikenal sama sekali di sini dan kami merasa cukup tertantang, ingin tahu bagaimana brand kami akan diterima," ucap Barra saat berpromosi di Filipina.

Berkat tangan dinginnya, Xiaomi sukses dalam pemasaran perdana di beberapa negara. Di India dan Indonesia, ponsel Xiaomi yang sudah dijual online diklaim mendapat tanggapan bagus dan ludes dalam waktu singkat.

"Kupikir negara seperti India, Rusia, Indonesia, Amerika Latin, Thailand, adalah tempat yang bagus bagi Xiaomi. Tempat di mana kualitas dan harga terjangkau sukses karena di pasar itu Anda bisa meniru apa yang sudah dilakukan perusahaan di China," ucapnya.

Kini sudah sekitar setahun Barra di Xiaomi dan ia mengaku betah. "Bekerja di sini melampaui harapanku. Aku tidak membayangkan kalau Xiaomi bisa menjadi perusahaan seunik ini. Ini adalah pengalaman paling mengagumkan di hidupku," kata dia.

Mengenai kritikan bahwa Xiaomi terlalu meniru Apple, Barra jelas membela perusahaannya.

"Xiaomi bukan Apple dari China, tapi perusahaan kami mengkombinasikan beberapa trik terbaik dari Apple, Google, Amazon dan Facebook. Kami tidak bisa dibandingkan dengan perusahaan apapun di dunia. Kami tipe baru yang belum pernah eksis sebelumnya," pungkas dia.

Kisah Hugo Barra: Tinggalkan Google demi Startup XiaomiFoto: Facebook/Hugo Barra

Kembali ke Silicon Valley

Tak ada angin tak ada hujan, Hugo pun membuat pengumuman mengejutkan. Ia melepas jabatannya sebagai Vice President of International. Selama 3,5 tahun bergabung, Barra bisa dikatakan menjadi wajah Xiaomi di ranah global.

Mau hijrah ke mana Barra pasca meninggalkan Xiaomi? Dalam postingannya di Facebook, Barra berencana kembali ke Amerika Serikat dan akan tetap menjadi penasihat bagi Xiaomi.

"Aku menyimpulkan kalau Xiaomi berada di posisi yang sangat bagus dalam jalur ekspansi globalnya, dan jika ada waktu yang baik bagiku untuk kembali pulang, maka inilah saatnya, ketika aku dengan percaya diri bisa mengatakan bisnis global kami tidak lagi hanya startup," tulisnya.

Barra menambahkan kalau dia berencana meninggalkan Xiaomi pada bulan Fabruari, setelah tahun baru China. "Aku akan berlibur dulu sebelum melakukan petualangan baru kembali di Silicon Valley," sebutnya.

Tonton videonya 20detik di sini:

(rou/rou)