Kamis, 19 Jan 2017 11:50 WIB

Menkominfo Pastikan Apple Bangun Pusat Riset di Banten

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Apple ternyata lebih memilih Banten ketimbang Jakarta untuk menjadi pusat risetnya di Indonesia. Kabar ini telah dikonfirmasikan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

"Nggak di Jakarta. Secara administrasi bukan Jakarta. Tapi dekat Jakarta," kata menteri yang kerap disapa Chief RA ini usai menyampaikan keynote di acara Indonesia Digital Economy Forecast 2017 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/1/2016).

"Di Banten, pak?" tanya wartawan. "Tahu saja," kata Menkominfo sembari tersenyum.

Jika benar ada di Banten, detikINET memperkirakan lokasi pusat riset Apple akan berada di Serpong, Tangerang Selatan. Kawasan ini posisinya memang tak jauh dari Jakarta.

Secara infrastruktur, daerah ini pun cukup baik. Jadi sangat pas untuk dijadikan markas pertama Apple di Indonesia.

Sebelumnya Menkominfo sempat menceritakan dirinya telah bertemu dengan perwakilan Apple. Pada pertemuan itu, ia meminta Apple untuk tidak membangun pusat riset dan pengembangan di pulau Jawa saja.

"Saya minta tidak Jawa-sentris. Memang secara kuantitas teknisi atau developer tidak sebanyak di Jakarta, tapi banyak bakat di daerah. Jadi pembangunannya lebih Indonesia-sentris," kata Rudiantara.

"Tapi lebih dulu bangun di Jakarta, selanjutnya terserah mereka. Ini untuk menunjukkan komitmennya," lanjut menteri.

Seperti diketahui, untuk memenuhi regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk ponsel 4G, Apple kabarnya siap membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia. TKDN ini sendiri menjadi persyaratan wajib untuk semua vendor yang mau memasarkan perangkatnya di Indonesia.

Namun dalam perbincangan sebelumnya, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, sempat menjelaskan bahwa Apple masih dalam proses mengurus perizinan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk rencana investasi USD 48 juta atau sekitarRp 626 miliar demi memenuhi TKDN software.

Investasi yang dikeluarkan oleh Apple, menurut Putu, sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 65/2016 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam (Handheld), dan Komputer Table (afr/rou)