Sabtu, 07 Jan 2017 14:30 WIB

Dihantam Kasus Note 7, Samsung Tetap Untung Besar

Yudhianto - detikInet
Foto: detikINET/Rachman Haryanto Foto: detikINET/Rachman Haryanto
Jakarta - Samsung mematahkan prediksi kerugian yang diarahkan padanya. Pasalnya produsen Korea Selatan ini justru menutup tahun 2016 dengan pendapatan berlimpah.

Ketika kasus terbakarnya Galaxy Note 7 mencuat, pengaruhnya langsung menghantam pendapatan Samsung. Di kuartal III 2016 lalu, keuntungan Samsung disebut anjlok hingga 30% bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun ternyata keterpurukan tersebut tak berlangsung lama. Produsen ini bergerak cepat untuk melakukan pemulihan, salah satunya adalah dengan menggeber penjualan seri Galaxy S7 yang justru meningkat di balik kejatuhan Galaxy Note 7.

Usaha Samsung tampaknya berhasil. Sebab seperti detikINET kutip dari Tech Crunch, Sabtu (7/1/2017), produsen asal Negeri Ginseng ini memprediksi akan mampu mencetak peningkatan keuntungan yang signfikan di kuartal IV 2016. Peningkatannya mencapai 50% lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dihantam Kasus Note 7, Samsung Tetap Untung BesarFoto: detikINET/Rachman Haryanto
Samsung memperkirakan akan meraup keuntungan hingga 9,2 triliun won atau sekitar 7,75 miliar dolar di triwulan akhir 2016 itu. Keuntungan tersebut diperolah dari nilai pendapatan yang mencapai 53 triliun won atau setara 44,6 miliar dolar. Bahkan prediksi ini selisihnya tak sampai 1% dibandingkan ketika kuartal IV 2014, ketika Samsung lagi jaya-jayanya.

Padahal seperti dijelaskan sebelumnya, Samsung tengah dihantam kasus Galaxy Note 7 yang memaksanya melakukan pengeluaran besar untuk melakukan recall.

Meski penjualan seri Galaxy S7 yang meningkat juga memiliki peranan penting, namun menurut analis bernama Kim Sung-soo, pencapaian Samsung itu sejatinya paling banyak bersumber dari segmen menengah. Selain itu bisnis komponen Samsung yang cenderung stabil juga disebut membantu produsen ini menutup tahun 2016 dengan manis. (yud/afr)