Perusahaan yang baru saja dibeli Snapchat tak lain adalah Cimagine. Perusahaan asal Israel ini padahal baru berusia empat tahun, namun sudah menunjukkan potensi besar.
Maka tak heran, seperti detikINET kutip Engadget, Senin (26/12/2016), nilai akuisisinya pun terbilang mengejutkan, antara USD 30-40 juta atau sekitar Rp 400 miliar hingga Rp 540 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penjelasan di halaman LinkedIn, Cimagine saat ini bekerjasama dengan brand seperti Jerome's, sebuah furniture store franchise di California Selatan, retailer digital asal Inggris Shop Direct, dan minuman soda Coca Cola.
Platform Cimagine yang mobile dan berbasis cloud membantu perusahaan ini membuat situs dan aplikasi mereka ke dalam bentuk AR. Tentunya menarik menebak tujuan Snapchat mengakuisisi Cimagine.
Tapi banyak yang yakin kalau Snapchat akan habis-habisan memanfaatkan kemampuan Cimagine di bidang AR. Ada yang bilang Snap akan membuat teknologi semacam Tango yang telah dibuat oleh Google dan dibenamkan di Lenovo Phab 2 Pro.
Asumsi lainnya adalah filter berbasis AR yang akan muncul di aplikasi Snapchat. Namun belum ketahuan bagaimana implementasinya.
Snapchat sendiri belakangan memang tengah banyak menunjukan pergerakan. Pertama diawali oleh kemunculan kacamata Spectacles yang berhasil menyita perhatian konsumen di Amerika Serikat. Dilanjutkan keputusannya melantai di bursa saham.
Sementara seperti dilansir dari Tech Crunch, Snapchat kemungkinan akan menggunakan teknologi Cimagine untuk kampanye marketing yang lebih menarik.
Gerak-gerik Snapchat belakangan menarik perhatian karena rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) yang akan dilakukannya pada Maret 2017. IPO ini kabarnya akan menaikkan valuasi Snapchat antara USD 20 miliar sampai USD 25 miliar. (rou/rou)