Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Target Transaksi Harbolnas Meleset, Kenapa?

Target Transaksi Harbolnas Meleset, Kenapa?


Adi Fida Rahman - detikInet

Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Panitia Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2016 memasang target transaksi 2-3 lipat dari tahun sebelumnya. Sayangnya target tersebut tidak tercapai, kenapa?

Berdasarkan riset Nielsen, gelaran Harbolnas 2015 mampu mencetak transaksi Rp 2,1 triliun. Saat sebelum digelarnya Harbolnas 2016, panitia menargetkan dapat membukukan transaksi hingga Rp 6,3 triliun.

Pada kenyataannya, Harbolnas 2016 tidak mampu melampaui angka tersebut. Nielsen mencatat nilai transaksi Rp 3,3 triliun, artinya hanya meningkat 1,57 kali dari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Panitia Harbolnas 2016 Miranda Suwanto secara tersirat mengakui target transaksi meleset. Namun pihaknya lebih menitikberatkan pada edukasi kepada masyarakat untuk berbelanja online.

"Tujuan utama kami ingin membuat masyarakat berbelanja online. Dan ini tercapai, tahun ini yang berbelanja di Harbolnas 2016 meningkat 11%," ujar Miranda.

Dari sisi penjualan pun dinilainya meningkat dari hari biasanya. Jumlahnya mencapai 3,9 kali. Lantas, kenapa nilai transaksi tidak sesuai target?

Menurut wanita yang menjabat sebagai SVP Strategic Partnership & Business Development Lazada ini, terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Bila tahun lalu produk gadget yang menjadi primadona, kini beralih ke fashion, kosmetik dan kebutuhan sehari-hari.

"Kalo dibandingkan secara value, harga produk kosmetik dan kebutuhan sehari-hari lebih rendah dibanding gadget. Tapi secara volume meningkat. Ini menyebabkan nilai transaksi berbeda," jelas Miranda. (afr/rns)







Hide Ads