Kamis, 15 Des 2016 15:05 WIB

Duet Maut Garap Bisnis Korporasi Digital

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Dok. Telkomsel Foto: Dok. Telkomsel
Jakarta - Sinergi kekuatan antara dua anak usaha Telkom coba dijalin oleh Telkomsel dan Telkomsigma demi memperkuat cengkramannya di segmen bisnis korporasi digital yang tengah menggeliat.

Seperti diketahui, Telkomsel yang punya 163 juta pelanggan seluler, di satu sisi kuat dalam hal cakupan jaringan dengan base stasion lebih dari 124 ribu BTS. Tak hanya di kota besar saja, tapi hingga ke pelosok negeri.

"Terutama dengan dukungan teknologi jaringan terdepan 4G LTE Telkomsel yang kini sudah tersebar di lebih dari 180 kabupaten kota di seluruh Indonesia," kata Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid, Kamis (15/12/2016).

Sementara di sisi lain, Telkomsigma kuat dalam hal infrastruktur data center. Tercatat, Telkomsigma telah memiliki data center bersertifikasi Tier III & Tier IV dengan kapasitas 100 ribu meter persegi di Sentul dan Serpong.

Nah, kekuatan ini coba dipamerkan di hadapan 180 pelanggan dari segmen korporasi di wilayah Jabotabek dan sekitarnya, termasuk PT GarudaFood dan PT Unilever yang merupakan pelanggan layanan Corporate Business Solutions (CBS) Telkomsel.

Duet Maut Garap Bisnis Korporasi DigitalFoto: Dok. Telkomsel

"Sharing session bersama pelanggan korporasi ini diharapkan dapat memperkuat dan memperluas jaringan layanan CBS Telkomsel," lanjut Mas'ud.

Dalam acara ini, Telkomsel memperkenalkan layanan CBS yang bisa dimanfaatkan pelanggan korporasi sebagai solusi bisnisnya, seperti layanan mobile communication, mobile device management, Internet of Things dan Big Data Analytics & Insight.

Solusi ini, kata Mas'ud, umumnya menjadi kebutuhan bisnis untuk segmen korporasi di bidang industi minyak dan pertambangan, consumer goods, manufaktur, dan perbankan.

Duet Maut Garap Bisnis Korporasi DigitalFoto: Dok. Telkomsel

Sementara CEO Telkomsigma Judi Achmadi memperkenalkan solusi data center, cloud dan bisnis analitik. Solusi cloud computing Telkomsigma, kata dia, memungkinkan suatu perusahaan untuk meminimalisir investasi infrastruktur yang besar dengan konsep Pay as You Grow.

Sedangkan bisnis analitik yang dikelola oleh Telkomsigma, diyakini dapat membuat program marketing yang lebih efektif, memperluas peluang pangsa pasar, layanan pelanggan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, keunggulan kompetitif atas persaingan industri dan keuntungan bisnis lainnya. (rou/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed