Luca Maestri, Chief Financial Officer Apple menyatakan kalau keputusan Komis Eropa itu tidak benar. "Apple adalah pembayar pajak terbesar di Irlandia, di Amerika Serikat, di dunia," sebut Maestri yang dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (1/9/2016).
Maestri menyatakan otoritas Uni Eropa telah salah mengkalkulasi kewajiban pajak Apple. Dan dia menyatakan dampak dari keputusan tersebut bisa sangat merusak ekonomi Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan, otoritas Uni Eropa menyatakan, Apple dan Irlandia sengaja melakukan kesepakatan yang memungkinkan Apple membayar pajak jauh lebih rendah selama lebih dari satu dekade. Kesepakatan semacam itu dianggap ilegal.
"Aturan pajak yang diberikan oleh Irlandia itu menurunkan beban pajak Apple selama lebih dari dua dekade, merupakan pelanggaran aturan Uni Eropa. Apple sekarang harus membayar kembali benefit tersebut," kata Competition Commisioner Uni Eropa, Margrethe Vestager.
Di Irlandia sendiri, Apple memiliki kantor pusat yang mengendalikan pemasaran di Eropa. Kantor itu berlokasi di wilayah Cork yang mempekerjakan sekitar 6.000 pegawai. Jika karena keputusan tersebut Apple memutuskan hengkang dari Irlandia, mungkin saja akan terjadi PHK di sana. (fyk/ash)