Pasca Akuisisi, Bos LinkedIn Jawab Kekhawatiran Karyawan

Pasca Akuisisi, Bos LinkedIn Jawab Kekhawatiran Karyawan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 17 Jun 2016 14:05 WIB
Foto: ilustrasi
Jakarta - Ketika Anda menjadi bagian dari perusahaan yang dibeli oleh raksasa seperti Microsoft, akan muncul kekhawatiran akan hilangnya kultur perusahaan yang selama ini sudah melekat.

Dilansir Business Insider, Jumat (17/6/2016), ini adalah satu dari sekian banyak pertanyaan yang harus dijawab CEO LinkedIn Jeff Weiner dalam pertemuan dengan semua stafnya, pasca pengumuman akuisisi LinkedIn olh Microsoft.

"Akuisisi ini tidak mengubah apapun. Apa yang sudah kita lakukan selama bertahun-tahun, akan tetap sama," janji Weiner menenangkan karyawannya.

Dia memberikan contoh, perusahaan seperti YouTube, WhatsApp dan Instagram bisa mempertahankan identitas khusus mereka, meski sudah diakuisisi oleh perusahaan yang lebih besar.

Ditambahkannya, selama konsisten melakukan apa yang dilakukan sampai sekarang, LinkedIn tidak akan kehilangan karakteristik yang membuatnya sukses sejauh ini.

"Satya akan kecewa jika kita tidak menjalankan aturan kita. Dia akan membiarkan LinkedIn mencapai apa yang ingin dicapai. Karena semua percaya, Satya percaya, apa yang kita lakukan," ujar Weiner merujuk ucapan CEO Microsoft Satya Nadella.

Faktanya, dikatakan Weiner, salah satu hal yang paling mengesankan Nadella dari LinkedIn adalah kultur perusahaannya. Melalui akuisisi ini, pria berdarah India tersebut yakin kultur LinkedIn bisa menopang Microsoft dan menguatkan kedua perusahaan.

"Nadella yakin bahwa cara kita melakukan bisnis bisa menjadi gebrakan bagi mereka. Dia ingin kita melanjutkan apa yang sudah dilakukan melalui interaksi dan kolaborasi yang kita pilih," sebutnya.

Dalam berbagai aksi akuisisinya beberapa tahun terakhir, Microsoft kurang berhasil. Yang paling menonjol tentu adalah pembelian divisi ponsel Nokia. Ini juga menjadi kekhawatiran bagi karyawan yang perusahaannya diakuisisi Microsoft. (rns/ash)