Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Arab Saudi Suntik Dana Rp 47,9 Triliun ke Uber

Arab Saudi Suntik Dana Rp 47,9 Triliun ke Uber


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: internet
Jakarta - Layanan transportasi online Uber baru saja memperoleh suntikan dana melimpah dari investor di Arab Saudi. Yaitu sebesar USD 3,5 miliar atau di kisaran Rp 47,9 triliun.

Dikutip detikINET dari New York Times, adalah Public Investment Fund, lembaga investasi utama Arab Saudi, yang mengucurkan dana tersebut. Ini adalah salah satu suntikan dana terbesar pada sebuah startup oleh investor tunggal.

Uber yang menilai Timur Tengah sebagai area ekspansi yang penting, menyatakan bahwa suntikan dana itu akan mempererat kerja sama mereka dengan Arab Saudi yang berencana mentransformasi ekonominya dan menurunkan ketergantungan pada bisnis minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengapresiasi kepercayaan ini di mana kami akan terus berekspansi secara global. Pengalaman kami di Arab Saudi adalah contoh bagus bagaimana Uber bisa bermanfaat bagi penumpang, sopir, perkotaan dan kami menatap ke depan untuk mendukung reformasi ekonomi dan sosial mereka," kata Travis Kalanick, CEO Uber.

Uber sendiri adalah startup termahal di dunia, saat ini nilai valuasinya lebih dari USD 62,5 miliar. Sejak berdirinya, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini telah mengumpulkan lebih dari USD 11 miliar suntikan dana dari berbagai investor.

Uber mengeluarkan banyak uang tidak hanya untuk berekspansi tapi juga untuk melindungi bisnisnya yang sekarang menjangkau 460 kota di 69 negara. Terutama karena munculnya pesaing kuat semacam Grab atau Didi Chuxing di China.

Timur Tengah sendiri semakin penting bagi Uber dan mereka berencana menginvestasikan dana USD 250 juta di sana. Di wilayah ini, Uber telah beroperasi di 15 kota di 9 negara, termasuk Arab Saudi.

Saat ini, ada sekitar 395 ribu pelanggan Uber di Timur Tengah, meningkat 5 kali lipat dibandingkan setahun lalu. Sedangkan jumlah pengemudinya di kisaran 19 ribu orang.

Sebagai bagian dari deal, Managing Director Public Investment Fund, yakni Yasir Al Rumayyan, akan duduk di dewan direksi Uber. Ia akan bergabung dengan Kalanick dan nama tenar seperti Ariana Huffington.

"Kami melihat sendiri bagaimana perusahaan ini telah membantu mobilitas urban di seluruh dunia dan kami menatap ke depan untuk menjadi bagian dalam kemajuan tersebut," kata Yasir.

(fyk/ash)







Hide Ads