Seperti diketahui, sebanyak 1.350 orang yang di-PHK di antaranya adalah mantan karyawan Nokia yang berbasis di Finlandia. Alhasil, pemangkasan karyawan untuk yang kesekian kalinya ini mengakhiri proyek mobile Microsoft di negara yang menjadi rumah Nokia tersebut.
Menyaksikan ini, pemerintah Finlandia tak dapat menyembunyikan kekecewaan. Bagi Finlandia, Microsoft telah mengingkari janji yang mereka buat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Microsoft bahkan menjanjikan akan membangun data center di negara tersebut. Sudah dapat ditebak, tak satu pun dari janji ini yang terwujud.
"Mereka harus menanggung tanggung jawab besar atas apa yang mereka lakukan dengan mem-PHK banyak orang," kata Menteri Ketenagakerjaan Finlandia Jari Lindstrom.
Ekonomi Finlandia saat ini sedang berjuang keras, dan Microsoft boleh dikatakan ikut mempersulit keadaan. Ini bukan pertama kalinya pemerintah Finlandia menyatakan kekecewaan mereka kepada Microsoft.
Tak lama setelah akuisisi Nokia, Microsoft langsung mengambil langkah kontroversial dengan merumahkan 18 ribu karyawan. Sekitar 12.500 orang di antaranya adalah karyawan Nokia yang bergabung ke Microsoft, dan 1.100 di antaranya warga Finlandia.
"Saya kecewa pada Microsoft, yang pada waktu itu mengatakan akan berkomitmen pada Finlandia melalui kesepakatan dengan Nokia. Ini bukan sebuah komitmen namanya," kata Menteri Keuangan Finlandia Antti Rinne kala itu.
Akuisisi Nokia oleh Microsoft memang tak hanya berdampak pada bisnis ponsel kedua perusahaan. Bagi warga Finlandia, ini adalah kekecewaan mendalam karena kehilangan satu kebanggaan nasional.
Nokia yang pernah menguasai pasar ponsel global, adalah salah satu brand utama yang mewakili Finlandia di dunia. Di masa kejayaannya, Nokia berkontribusi menyejahterakan dan dianggap mengangkatkan martabat Finlandia di mata internasional.
Merek ini juga menjadi ikon, setelah merintis bisnis ponsel di tahun 1980-an. Produk yang dibuatnya membantu menarik Finlandia dari kondisi resesi selama tiga tahun yang disebabkan oleh krisis perbankan dan hilangnya pasar ekspor utama setelah keruntuhan Uni Soviet. (rns/ash)