Raksasa e-Commerce China Kuasai Lazada

Raksasa e-Commerce China Kuasai Lazada

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 12 Apr 2016 13:58 WIB
Foto: detikINET
Jakarta - Perusahaan raksasa e-commerce asal China, Alibaba kian menggurita. Mereka baru saja menguasai mayoritas saham Lazada.

Transaksi yang baru diumumkan ini terdiri dari investasi modal ekuitas baru sebesar USD 500 juta dan akusisi saham dari shareholder Lazada yang lama. Maka bila ditotal, perusahaan besutan Jack Ma itu mengucurkan dana USD 1 miliar atau sekitar Rp 13,1 triliun.

Transaksi ini diharapkan dapat membantu Alibaba mengembangkan sayapnya ke sejumlah negara, khususnya di Asia Tenggara. Pasalnya pasar Lazada sudah cukup kuat di kawasan ini.

Meski hanya menguasai 3% dari total penjualan online di seluruh dunia, Asia Tenggara menawarkan potensi pertumbuhan yang luar biasa. Pasalnya penetrasi internet di kawasan ini terus meningkat.

Seperti diketahui, bila digabungkan, populasi di Asia Tenggara mencapai 560 juta jiwa. Di mana 200 juta diantaranya merupakan pengguna internet.

Lazada sendiri telah beroperasi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Di sejumlah negara itu, mereka menjadi pemimpin pasar e-commerce.

"Globalisasi adalah strategi penting untuk pertumbuhan ALibaba Group hari ini dan ke masa depan," kata Michael Evans, President of Alibaba seperti dikutip dari laman Businesswire, Selasa (12/4/2016).

"Dengan berinvestasi di Lazada, Alibaba mendapatkan akses ke platfom dengan basis konsumen besar dan berkembang di luar China, tim manajemen terpercaya serta memiliki fondasi kuat untuk pertumbuhan masa depan di salah satu kawasan paling menjanjikan untuk e-commerce global. Investasi ini sejalan dengan strategi kami menghubungan merek, distribusi dan konsumen di manapun mereka berada dan mendukung ekspansi ekosistem kami di Asia Tenggara untuk lebih melayani pelanggan kami," lanjut Evans.

Sementara itu CEO Lazada Group Max Bittner mengatakan sangat gembira bergabung di bawah payung Alibaba. Ia melihat sinergi yang signifikan untuk mendorong peningkatan layanan bagi konsumen di Asia Tenggara.

"Asia Tenggara merupakan pasar yang atraktif namun terfragmentasi. Ada beragam hambatan yang signifikan untuk masuk ke dalamnya. Transaksi ini akan membantu kami untuk mempercepat tujuan kami menyediakan 560 juta konsumen akses yang luas untuk menjangkau produk yang diinginkannya," ujarnya.

"Selanjutnya, kami akan memanfaatkan teknologi Alibaba yang memungkinkan kami meningkatkan pelayanan dan memberikan pengalaman berjualan dan berbelanja yang lebih baik lagi," imbuh Bittner.

Atas transaksi ini, Alibaba telah menandatangani perjanjian put-call dengan beberapa pemegang saham Lazada untuk memberikan hak pada Alibaba untuk membeli dan hak pada investor untuk menjual secara kolektif saham yang tersisa di Lazada pada nilai pasar yang wajar selama periode 2-18 bulan setelah penutupan transaksi. (afr/fyk)