CEO Nokia, Rajeev Suri dalam sebuah interview dengan sebuah majalah Jerman tahun lalu mengatakan Nokia awalnya hanya mendesain dan melisensi smartphone anyarnya yang direncanakan rilis pada 2016 ini. Manufakturnya dari pihak lain. "Kami akan mencari mitra yang cocok," ujarnya
Hal tersebut dimungkinkan karena kesepakatan lisensi dengan Microsoft berakhir pada kuartal ketiga tahun ini. Artinya, Nokia sudah boleh memakai mereknya sendiri untuk merilis ponsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Nokia dulu memilih memakai Windows Phone ketimbang Android. Tapi perjudian itu gagal yang berakibat divisi ponselnya dijual ke Microsoft senilai USD 7 miliar. Bisa dibilang, itulah akhir era keemasan Nokia di pasar ponsel.
Bocoran ponsel Android Nokia |
Jika nanti memakai Android, akankah Nokia dengan bermodal nama besarnya, akan bangkit lagi seperti dulu? Sepertinya sulit. Sekarang, begitu banyak vendor ponsel yang sebagian besar memakai Android. Tak seperti di zaman Nokia dulu, di mana pesaing tak seberapa banyak.
"Membuat ponsel Android bukan jalan ajaib untuk mencapai keberhasilan. Pada akhirnya, Samsung adalah satu-satunya vendor yang benar-benar meraih untung dengan menjual perangkat Android," tulis Brad Reed dari BGR.
"Meski kami senang jika ponsel Android Nokia mengguncang pasar dan membangkitkan kembali bisnis handset Nokia, sepertinya semuanya sudah terlalu terlambat untuk skenario seperti itu," pungkas Brad.
Mungkin itulah yang membuat Rejeev Suri baru baru ini mengatakan pihaknya tidak terburu buru untuk comeback. "Tak ada lini waktu yang pasti, kami tak buru-buru. Ini bisa terjadi di tahun 2016, bisa juga terjadi setelah itu," ujar Rajeev. (fyk/yud)
Bocoran ponsel Android Nokia