Rabu, 03 Feb 2016 08:24 WIB

Geber 11 Produk e-Money, Indosat: Saatnya Cari Untung

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: detikINET - Achmad Rouzni Noor Ii Foto: detikINET - Achmad Rouzni Noor Ii
Jakarta - Indosat Ooredoo membidik pertumbuhan pendapatan dua kali lipat dari divisi Mobile Financial Services (MFS) yang tengah bersiap menggeber 11 produk layanan e-money di sepanjang 2016 ini.

"Tahun lalu kami menyebutnya sebagai year of investment, tahun pembangunan infrastruktur. Dan tahun 2016 ini saatnya year of revenue," kata Randy Pangalila, Group Head Mobile Financial Services Indosat Ooredoo di Swiss-Belhotel Maleosan, Manado, Rabu (3/2/2016).

Saat Indosat mempersiapkan layanan e-money dalam brand Dompetku sejak 2008 lalu, Randy mengaku sangat berhati-hati. Karena menurutnya, layanan pembayaran adalah bisnis kepercayaan.

"Berdasarkan pengalaman saya 27 tahun jadi bankir di Danamon dan Citibank, bisnis payment ini bisnis trust. Jadi saya harus hati-hati mempersiapkannya. Sekalinya orang tidak percaya, selamanya tak akan percaya lagi. Jadi, meskipun kita sudah punya dari 2008, tapi benar-benar bangun infrastruktur dulu," ujarnya.

Itu sebabnya, Indosat terus menghabiskan investasi yang lumayan besar hingga tahun lalu. Mulai dari biaya lisensi hingga membangun infrastruktur servernya sendiri yang saat ini diklaim sudah bisa melayani 10 juta transaksi dalam sehari.

"Saya tak bisa sebutkan detail investasi yang sudah kami habiskan dari total belanja modal Rp 8 triliun tiap tahun. Tapi yang pasti, server kami bisa melayani sampai 10 juta transaksi per hari. Saat ini transaksi e-money kami baru 500 ribu per hari," papar Randy.

Seperti dipaparkan olehnya, Dompetku dalam setahun terakhir berhasil membukukan lonjakan pertumbuhan signifikan dengan torehan 42 juta transaksi senilai Rp 2,5 triliun yang mayoritas berasal dari airtime top-up, bill payment, dan online payment.

Jumlah transaksi e-money ini meningkat 900% dibandingkan tahun sebelumnya yang cuma 5,3 juta kali menjadi 42 juta transaksi. Sedangkan nilai transaksinya melesat lebih dari 1.000% dari Rp 190 miliar menjadi Rp 2,5 triliun.

Pertumbuhan transaksi ini turut dipicu oleh tumbuhnya agen Dompetku yang tadinya di akhir Desember 2014 baru mencapai 154 ribu. Sedangkan di akhir Desember 2015 menjadi 220 ribu. Menurut Randy, ada peningkatan 63%.

Sedangkan untuk agen yang aktif, jumlahnya juga bertambah. Dari 11.946 menjadi 114.713 agen. Sementara dari sisi penggunanya juga meningkat hampir dua kali lipat dari 1,3 juta pada tahun lalu, menjadi 2,5 juta di penghujung 2015.

"Kalau ditanya berapa target kami tahun ini, saya optimistis semua data yang di atas bisa dobel growth. Karena kami juga punya 11 produk layanan baru e-money yang akan kami luncurkan secara bertahap tahun ini," ucapnya.

Kesebelas layanan baru itu adalah Dompetku Plus, Dompetku Nusantara, Dompetku QR codes, Dompetku NFC D'Tap, Dompetku One Bill Payment, Dompetku International Remittance, Dompetku Pay Up, Dompetku VCN (virtual card number), Dompetku Co Brand visa Debit Card, Dompetku Co Brand Master Credit Card, dan Dompetku Pinjaman Kilat.

"Kami hari ini juga akan meluncurkan Dompetku Nusantara. Ini pertama kalinya operator bekerja sama dengan bank untuk branchless. Layanan ini akan kami demokan bersama BPD Sulut yang sedang menunggu izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," tutur Randy.

Selain BPD Sulut, Indosat juga berencana menggandeng sekitar dari lima bank lainnya untuk kerja sama branchless banking atau Laku Pandai ini. Namun sayangnya nama dari bank-bank tersebut belum boleh disebutkan hingga resmi diumumkan.

"Kami memang ditugaskan untuk mengkoneksikan semua BPD yang ada. Untuk saat ini bisa saya berani bilang, Indosat adalah the largest mobile financial services provider di Indonesia," pungkas Randy. (rou/asj)