"Saat ini sedang berlangsung komoditisasi dari berbagai produk, terutama dari PC dan smartphone, menjadi semakin sulit untuk mencapai diferensiasi, dan persaingan dengan vendor global negara berkembang semakin intens," kata manajemen Fujitsu seperti detikINET kutip GSM Arena, Minggu (27/12/2015).
Fujitsu telah memutuskan menerapkan Each Company Split untuk memperjelas akuntabilitas manajemen, untuk memungkinkan pengambilan keputusan manajemen dengan cepat, dan mengejar efisiensi yang komprehensif dengan menciptakan perusahaan independen untuk bisnis PC dan bisnis mobile phone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Fujitsu bersama Toshiba dan Vaio dikabarkan sedang mempertimbangkan merger divisi laptop mereka. Ketiga perusahaan asal Jepang tersebut berupaya menggalang kekuatan di tengah panasnya kompetisi dan menurunnya pengapalan PC.
Ketiga perusahaan itu akan melakukan diskusi serius bulan ini dengan tujuan meluncurkan perusahaan gabungan itu pada 1 April 2016. Vaio yang berdiri sendiri setelah lepas dari Sony mungkin jadi entitas yang bertahan, sedang Toshiba dan Fujitsu akan menyatukan bisnis laptopnya ke entitas itu. Ketiganya akan mendapat porsi saham yang sama.
Kabar merger ketiga perusahaan itu bersamaan dengan permintaan PC global yang anjlok. Menurut biro riset IDC, pada kuartal ketiga 2015 kemarin terjadi penurunan pengapalan sampai 11% dibanding tahun sebelumnya. Dan dari 71 juta unit terjual, 42 juta di antaranya adalah laptop.
"Kita memang memasuki fase di industri PC di mana kami memproyeksi ada konsolidasi yang akan terjadi," ucap Linn Huang, analis IDC yang detikINET kutip dari Computerworld.
Dia menambahkan kalau kompetisi harga membuat produsen PC kelimpungan karena margin keuntungan menipis. Selain itu, banyak konsumen beralih ke smartphone dan tablet serta semakin jarang berganti PC.
(rou/rou)