Minggu, 20 Des 2015 08:08 WIB

UKM Terus Digembleng Edukasi Digital demi MEA

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Jakarta - Dalam hitungan hari, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan dimulai. Ini berarti peluang dan tantangan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menyikapinya.

Berangkat dari hal tersebut, Telkom melalui Divisi Business Service (DBS) yang dibentuk untuk fokus pada segmen pasar UKM, terus memberikan edukasi agar pelaku UKM bisa memanfaatkan ICT dalam bisnisnya.

Peran ICT ini sangat penting, seiring dengan pesan Presiden Joko Widodo dalam sebuah prasasti digital yang ditulis beberapa waktu lalu, 'Revolusi Digital Merevolusi Ekonomi Indonesia'. Pesan ini menyiratkan keinginan dari presiden untuk menjadikan sektor ICT sebagai enabler pertumbuhan ekonomi.

“Sejak membentuk DBS pada 2010 lalu, Telkom semakin serius melayani segmen pasar UKM," kata Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dalam keterangannya, Minggu (20/12/2015).

Banyak program yang telah dilakukan Telkom dalam periode lima tahun terakhir, mulai dari penyediaan produk dan solusi buat UKM, peluncuran Indonesia Digital Entrepreneur (Indipreneur), gerakan SME Indonesia Bisa, revitalisasi situs UKM Smart Bisnis dan Kampung UKM Digital.

"Sejauh ini Telkom sudah berhasil mengajak sejuta UKM Goes Digital, dimana 550 ribu diantaranya aktif di portal Smart Bisnis. Bahkan Telkom juga telah meluncurkan 41 Kampung UKM Digital dari target 60 lokasi hingga akhir tahun ini," kata pria berkumis itu.

Di sisi lain, Telkom telah berhasil menyediakan jaringan fiber-optic untuk 330 Sentra Bisnis, penyediaan infrastructure fiber optic di 55 Komunitas Nelayan Digital. Khusus bagi pelaku UKM yang bergerak di bisnis digital (startup), Telkom juga menyediakan fasilitas pembinaan dan pengembangan berupa Digital Valley di Jakarta, Bandung, Jogja dan Bali.

Lebih lanjut, Awaluddin menjelaskan bahwa UKM Goes Digital di sini adalah memanfaatkan solusi ICT untuk proses bisnis dan bukan hanya dalam bentuk konektifitas tetapi aplikasi yang mendukung bisnis UKM.

Selama lima tahun terakhir menggarap pasar UKM, menurutnya, salah satu faktor penting untuk mengembangkan UKM adalah pengetahun tentang sisi manajemen atau model bisnis serta pemanfaatan ICT yang dapat membantu peningkatan bisnis UKM tersebut.

"Berangkat dari faktor tersebut, Telkom tanpa lelah mengadakan berbagai program untuk meng-edukasi bagi kemajuan UKM," jelas Awaluddin dalam acara bincang bisnis yang dihadiri berbagai komunitas UKM di Jakarta.

Lebih lanjut, Awaluddin menambahkan bahwa dalam mendekati pasar UKM, Telkom menggunakan tiga pendekatan strategi yakni: pertama, berbasis produk dengan menawarkan solusi yang dibutuhkan UKM. Contohnya menawarkan WiFi untuk UKM. Lalu kedua, pendekatan berbasis solusi. Hal ini baru saja dilakukan dengan menawarkan StarBox yang baru saja diluncurkan.

Strategi terakhir yang dilakukan Telkom adalah pendekatan berbasis komunitas. "Kita ada Kampung UKM Digital dan Kampung Nelayan Digital. Rasanya baru ini yang ada komunitas dengan konsep Pentahelix melibatkan akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media," ungkap Awaluddin.

“Dalam 5 tahun ke depan, mimpi kami adalah para pelaku UKM benar-benar telah semakin maju, modern dan mandiri didukung dengan pemanfaatan ICT. Bukan hanya menggunakan konektivitas, tetapi pemanfaatan aplikasi-aplikasi bisnis secara digital serta memanfaatkan ICT dalam melakukan e-commerce.

"Minimal 10% pelaku UKM Indonesia benar-benar telah memanfaatkan ICT dalam bisnisnya,” pungkas Awaluddin mengakhiri bincang bisnis #UKMIndonesiaGoesDigital: Shifting from Offline to Online.

(rou/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed