Dell sepakat membeli EMC senilai USD 67 miliar atau sekitar Rp 902 triliun, sebuah aksi akuisisi terbesar sepanjang masa di jagat teknologi. Salah satu rival utama Dell, Hewlett-Packard, menilai akusisi itu bukan langkah yang bijak.
CEO HP Meg Whitman dalam memo kepada para karyawannya, menilai Dell tidak akan memiliki banyak uang tunai tersisa untuk mengembangkan ide baru. Sebab, Dell harus menghabiskan uang sekitar USD 2,5 miliar tiap tahun hanya untuk membayar bunga utang utangnya dan utang EMC.
"Uang USD 2,5 miliar akan mereka alokasikan bukan di riset dan pengembangan serta aktivitas bisnis penting lainnya, yang akan membuat mereka tidak lebih baik dalam melayani konsumennya," kata Whitman yang detikINET kutip dari CNN, Selasa (13/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wajar jika Whitman angkat bicara karena kombinasi Dell dan EMC berpotensi menjadi rival ketat HP Enterprise. Keduanya sama-sama memperebutkan pasar korporat yang menjanjikan untung besar.
Utang Dell dikombinasikan dengan EMC diperkirakan senilai USD 50 miliar, jumlah yang memang tidak bisa disepelekan. Namun demikian kedua perusahaan punya pendapatan besar sehingga masalah utang itu dinilai akan terselesaikan. EMC sendiri memiliki uang tunai USD 13 miliar.
"Mereka adalah bisnis yang menghasilkan begitu banyak uang. Kekhawatiran soal deal ini lebih kepada bagaimana cara integrasi kedua perusahaan," demikian pendapat dari Daniel Ives, analis FBR Capital Markets. (fyk/ash)