Baterai yang diproduksi Panasonic di pabrik tersebut adalah baterai berkapasitas kecil yang dipakai di feature phone dan kamera digital. Pasar kedua jenis produk itu kini semakin tergerus oleh ponsel pintar.
Nokia -- sebelum diakuisisi Microsoft -- adalah salah satu konsumen utama dari pabrik Panasonic ini ketika pabrikan asal Finlandia itu masih berjaya, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (28/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan para pegawai di pabrik tersebut, menurut Watanabe, sudah diberi kabar sejak bulan Juli lalu. Pabrik yang ditutup ini sebelumnya adalah milik Sanyo Electric, yang kemudian dibeli oleh Panasonic pada tahun 2010.
Dan kini, Panasonic akan melakukan restrukturisasi terhadap bisnisnya, dan memilih fokus pada pembuatan baterai untuk mobil listrik, serta peralatan listrik rumah yang hemat energi, ketimbang membuat produk konsumer elektronik seperti TV plasma dan ponsel pintar.
Bulan Juni lalu, Panasonic mengatakan bahwa mereka akan menginvestasikan sekitar 60 miliar yen pada tahun fiskal ini sampai Maret di bisnis otomotif. Itu termasuk membuat baterai lithium-ion untuk Tesla Motor.
(asj/ash)