Dalam laporan keuangan kuartal kedua yang dirilis hari ini, Lenovo meraih keuntungan USD 105 juta atau sekitar Rp 2,05 triliun. Cukup besar, tapi angka ini turun 51% dari laba yang berhasil diraih pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tersebut ditengarai karena pasar PC yang semakin menurun meski Lenovo masih produsen komputer terbesar di dunia. Ditambah lagi melambatnya pertumbuhan bisnis ponsel di tengah sengitnya persaingan pasar. Lenovo bahkan mengalami kerugian hingga USD 300 juta di divisi mobile-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat laporan keuangan yang tidak memenuhi harapan, Lenovo langsung membuat strategi agar tetap mencapai profit dan pertumbuhan berkelanjutan. Salah satunya, Lenovo akan merumahkan sebanyak 3.200 pekerja non-pabrik di seluruh dunia.
Selain itu mereka akan melakukan strukturisasi pada divisi mobile. Lenovo menggabungkan kekuatannya dengan yang dimiliki Motorola. Di mana nantinya, pekerjaan berkaitan dengan desain, pengembangan dan pembuatan produk akan diserahkan sepenuhnya kepada Motorola.
Dengan melakukan semua kebijakan tersebut, Lenovo mampu melakukan penghematan hingga USD 1,35 miliar. "Saya masih percaya mobile menjadi bisnis baru yang harus kami menangi. Dan saya percaya akuisisi Motorola adalah leputusan yang tepat," ujar Yang.
(fyk/fyk)