Angka yang diraih perusahaan jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini merupakan nilai konversi terbaru. Dengan market cap mencapai USD 250 miliar pada perdagangan pekan lalu di Amerika Serikat, itu artinya valuasi Facebook telah mencapai Rp 3.340.500.000.000.000.
Seperti detikINET kutip Bloomberg, Minggu (19/7/2015), saham Facebook kini diperdagangkan di kisaran USD 90,10 per saham. Perusahaan ini juga menjadi saham pertama anggota Standard & Poorβs 500 Index yang berhasil mencetak rekor valuasi USD 250 miliar dengan waktu tercepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Facebook kala pertama melantai di bursa sempat anjlok ke level USD 28,19 per saham atau turun sekitar 26% dari penawaran harga perdananya selama dua pekan setelah IPO.
Salah satu pemicu kemerosotan saham adalah, proyeksi keuntungan Facebook di tahun 2014 yang dipangkas. Kesalahan teknis sistem bursa Nasdaq turut menyebabkan IPO Facebook ibarat mimpi buruk. IPO FAcebook telat 30 menit sehingga memicu kerugian investor.
Namun, keadaan menjadi berubah setelah Facebook meraih pendapatan iklan sebesar 46% menjadi USD 3,32 miliar per Maret 2015 lalu. Aksi Facebook membeli Whatsapp senilai USD 21,8 miliar di awal tahun 2014 turut mendongkrak pamornya.
βKenaikan harga saham Facebook tersebut menunjukkan bahwa investor masih nyaman dengan harga saat ini, karena melihat prospek laba di masa depan, secara jangka panjang," ujar analis dari Bloomberg Intelligence, Paul Sweeney.
Facebook saat ini sedang disibukkan dalam proyek pengembangan asisten digital baru yang dapat memudahkan para penggunanya dikemudian hari. Asisten digital yang akan diberi nama Moneypenny tersebut merupakan bagian dari layanan Messenger.
Fungsi utama Moneypenny adalah menemukan informasi, melakukan pembelian dan melaksanakan tugas-tugas digital lainnya. Menurut laporan Techno Buffallo, Moneypenny masih digunakan secara internal oleh pihak Facebook.
(rou/rou)