Kamis, 25 Jun 2015 16:19 WIB

Terjun ke Pasar Mobile, Red Hat Gandeng Samsung

Rachmatunisa - detikInet
(Getty Images) (Getty Images)
Jakarta - Red Hat baru saja mengumumkan kerjasama dengan Samsung di pasar enterprise. Ini adalah langkah bagi perusahaan dengan logo topi merah tersebut dengan memasuki dunia mobile.

Saat mendengar nama Red Hat, orang biasanya akan langsung tertuju pada sistem operasi dengan nama yang sama, Red Hat Enterprise Linux. Boleh dibilang ini adalah distribusi Linux komersial paling sukses yang ada saat ini.

Perusahaan software bernilai miliaran dolar ini juga berkecimpung dalam cloud, server dan pemeliharaan. Di sisi lain, pasar mobile mungkin sama sekali asing baginya.

Berbicara soal kerjasama dengan Samsung, sayangnya bagi pengguna reguler kemitraan ini tidak bisa dirasakan. Karena tujuan mereka adalah menghadirkan generasi terbaru solusi mobile bagi klien enterprise.

Jadi, seperti dilansir Fortune, Kamis (25/6/2015), yang dibicarakan dalam kerjasama di antara keduanya lebih mengenai integrasi aplikasi enterprise untuk berbagai perusahaan.

Red Hat sendiri memang bukan perusahaan yang operasionalnya 'tampak'. Mereka menyediakan backbone untuk sejumlah organisasi dan perusahaan dengan platform Red Hat Mobile Application.

Platform ini akan mengatur hal-hal seperti workforce management, customer service, inventory catalog, pricing, invoicing dan masih banyak lagi. Ini bukan hal-hal yang 'terlihat' oleh pengguna reguler melainkan bagian integral dari sebuah bisnis.

"Red Hat menghadirkan fleksibilitas, kredibilitas dan dukungan kelas dunia untuk pengembangan aplikasi. Menjadi yang terdepan dalam produk konsumen, Samsung Business Services, bagian dari Samsung Electronics America, menyediakan beragam portfolio teknologi yang menyasar berbagai bisnis mulai dari smartphone hingga wearaboe gadget, tablet, menampilkan digital, TV sampai printer," kata Red Hat dalam pernyataannya.

Mungkin yang patut menjadi catatan, Red Hat sejauh ini selalu berhasil menangani segmen bisnis atau enterprise. Jadi, sepertinya perusahaan yang berpusat di Carolina Utara, Amerika Serikat ini akan membuat layanan yang penting bagi Samsung untuk jangka waktu yang panjang.

(rns/ash)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed