Kabar ini muncul tak lama setelah BlackBerry mengakusisi sebuah perusahaan aplikasi keamanan asal Israel bernama WatchDox, yang kabarnya menghabiskan dana sebanyak USD 70 juta.
Seorang juru bicara BlackBerry mengkonfirmasi kabar ini dan menyebut bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan pihak serikat pekerja, untuk menentukan nasib para pekerja setelah penutupan kantor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyebut bahwa BlackBerry berencana untuk mengalihkan sumber daya manusia tersebut untuk meningkatkan pertumbuhan di bisnis BlackBerry.
Sementara sumber lain menyebutkan bahwa setidaknya ada 150 orang karyawan yang akan terkena dampak dari penutupan itu. Terbagi dua, yaitu 93 orang di Malmo, dan 60 orang di Gothenburg.
Seperti dilansir Wall Street Journal, Senin (27/4/2015), tim desainer di Swedia itu adalah tim yang mengerjakan UI BlackBerry 10 dan sejumlah ponsel lainnya.
Tim desainer tersebut adalah hasil akuisisi startup user interface (UI) bernama The Astonishing Tribe pada tahun 2010. Saat itu, BlackBerry mengeluarkan dana sebanyak USD 92 juta dalam akuisisi tersebut.
The Astonishing Tribe adalah tim yang mengerjakan UI dari ponsel Android pertama, yaitu G1. Dan saat akuisisi itu terjadi, tim desainer itu kabarnya sedang mengerjakan sebuah home screen custom untuk perangkat Android.
Sebelumnya, BlackBerry juga sudah beberapa kali merelakan kantornya untuk dilego demi mendapat suntikan dan menegaskan langkah efisiensinya. Salah satunya fasilitas research and development BlackBerry di Jerman. Adapun pembelinya adalah Volkswagen Infotainment GmbH, anak usaha Volkswagen AG yang membuat sistem infotainment automobile.
Ada pula kantor BlackBerry yang dijual di Las Colinas, Irving, Texas. Tidak disebutkan pula berapa 'mahar' yang didapat BlackBerry. Namun pembelinya adalah Brookfield Property Group, sebuah perusahaan real estate asal Kanada.
'Kampus' BlackBerry tersebut memiliki luas 42.735 meter persegi, dan terdiri dari enam gedung perkantoran serta dua tempat parkir.
BlackBerry sendiri telah menempati markas di Irving sejak awal tahun 2000. Dimana pada masa jayanya, tempat ini sampai menampung 1.500 karyawan.
Selain itu, BlackBerry juga pernah melontarkan rencana untuk melego aset propertinya di Kanada. Tak tanggung-tanggung, aset yang mau dijual seluas 278.709 meter persegi, termasuk kantor pusatnya di Waterloo, kantor di Toronto serta Ontario.
Hal ini terpaksa dilakukan perusahaan yang kini dipimpin oleh CEO John Chen itu atas dasar efisiensi dan mendapat suntikan dana segar untuk terus bertahan di tengah sengitnya persaingan bisnis.
(asj/ash)