"Saat Anda memikirkan soal permulaan IP teleponi, kebanyakan dari sukses kami dimulai di enterprise. Kami sungguh berhasil di sana," kata Pat Romzek, Vice President of Collaboration Sales Cisco.
"Kami memang berjualan juga di midmarket, tapi sebenarnya pada dasarnya kami menjual produk yang sama baik di midmarket ataupun di enterprise," lanjut Romzek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Idenya adalah Business Edition 6000S menawarkan aplikasi kolaborasi dan Unified Comminications (UC) yang sama baik dengan Business Edition 6000, solusi yang didesain untuk organisasi dengan lebih dari 1.000 user. Tapi ongkosnya lebih terjangkau dan lebih mudah diadopsi.
Secara keseluruhan, menurut Romzek, Business Edition 6000S sekitar 22% lebih murah untuk diadopsi dibandingkan Business Edition 6000.
Di satu sisi, lebih murahnya harga itu dikarenakan Business Edition 6000S harga per usernya memang lebih murah. Di sisi lain juga karen waktu untuk mengadopsinya jauh lebih singkat.
Hal itu berujung pada murahnya harga karena penyedia solusi biasanya memasang biaya lebih rendah jika layanan pasang tidak kompleks. Business Edition 6000S menurut Romzek hanya butuh waktu antara dua sampai tiga hari sampai siap dimanfaatkan.
Sedangkan platform Business Edition lain yang berskala besar bisa memakan waktu sampai 6 hari. Sehingga biayanya lebih tinggi.
Seperti halnya Business Edition 6000 atau bahkan versi 7000, Business Edition 6000S dilengkapi dengan beberapa aplikasi kolaborasi Cisco. Seperti voice, video, instant messaging dan paging dalam Cisco Integrated Services Routers.
Cisco memang belakangan terindikasi semakin giat menyasar pasar menengah. Business Edition 6000S sendiri akan tersedia pada paruh pertama tahun 2015 mendatang.
(fyk/ash)