Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
TelkomSigma Mulai Bocorkan Strategi Bisnis 2015

TelkomSigma Mulai Bocorkan Strategi Bisnis 2015


- detikInet

CEO TelkomSigma Judi Achmadi
Jakarta - TelkomSigma sudah mulai ancang-ancang menyiapkan langkah strategis untuk menyongsong peluang bisnis di 2015 mendatang.

Anak usaha Telkom ini berniat meningkatkan recurring income atau pendapatan tetap, khususnya dari segmen enterprise, denganβ€Ž mendorong cloud services agar punya peranan lebih besar dalam β€Žkomposisi pendapatan.

Menurut CEO TelkomSigma Judi Achmadi, pihaknya baru saja menggandeng VMware untuk memasarkan solusi Always On yang didukung tiga data center TelkomSigma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu infrastrukturnya siap pada kuartal pertama 2015, VMware akan mulai membantu menjual solusi Always On. Kita harapkan ini bisa mengubah komposisi pendapatan kami tahun depan," paparnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Solusi Always On adalah kemampuan untuk memberikan kondisi active-active pada layanan data center, sehingga perusahaan tidak perlu khawatir akan kehilangan data apabila terjadi kondisi disaster atau system down.

Menurut Judi, hal itu dikarenakan seluruh data center utama milik Telkomsigma akan ter-backup secara real-time online dan didukung oleh high availability system.

TelkomSigma memiliki tiga keunggulan menjalankan Always on yakni Data center, kemampuan komunikasi antar Data center yang di-backup Telkom Group, dan penguasaan terhadap infrastuktur seperti server storage serta aplikasi. Always On didukung tiga data center di Serpong, Sentul dan Surabaya.β€Ž

Menurut Judi, komposisi pendapatan TelkomSigma selama ini berasal dari layanan sistem integrasi (30%), cloud (20%), dan managed service (50%). Diharapkannya, setelah VMware ikut memasarkan solusi Always On maka layanan cloud akan naik kontribusinya menjadi 25%, managed services tetap 50% dan sistem integrasi menjadi 25%.

"Kami ingin menurunkan pasokan sistem integrasi karena kontraknya banyak yang project based. Kami mau menaikkan recurring atau pendapatan tetap dengan layanan cloud," jelas Judi.

Lebih lanjut dijelaskan, TelkomSigma juga tengah merintis kerjasama lainnya dengan VMware yakni menjadi pusat kompetensi untuk produk-produk virtualisasi dari perusahaan asal Amerika Serikat itu untuk kawasan Asia Tenggara.

"Kami akan memiliki 20 tenaga ahli VMware yang mendukung jika dipilih sebagai pusat kompetensi untuk kawasan Asia Tenggara. Nanti baru mereka putuskan, sekarang tengah dinilai karena pesaing kita salah satu pemain besar di Singapura," tandasnya.β€Ž

Sejauh ini, hingga kuartal ketiga 2014, TelkomSigma telah berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,4 triliun atau merealisasikan 70% dari target Rp 2 triliun di akhir 2014.

(rou/tyo)





Hide Ads
LIVE