Rabu, 27 Agu 2014 15:31 WIB

Multipolar-Mitsui Patungan Data Center Rp 228 Miliar

- detikInet
Jakarta -

PT Multipolar Technology Tbk membentuk perusahaan patungan bersama Mitsui & Co, Ltd. Joint venture untuk membangun dan mengoperasikan Data Center Tier-4 di Indonesia ini ditargetkan bisa terealisasi Oktober 2014 mendatang dengan modal dasar sebesar Rp 228 miliar.

"Pembentukan perusahaan patungan sedang dalam proses perizinan, diharapkan selesai Oktober ini," kata Direktur Finance & Corporate Services Multipolar Technology Hanny Untar dalam media gathering di Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Menurut Hanny, porsi pemegang saham pada perusahan joint venture tersebut masih akan didominasi Multipolar dengan bagian 65%. Sementara sisanya Mitsui sebesar 35%.

Sesuai perjanjian pembentukannya, Mitsui & Co, Ltd. dan anak usahanya, Mitsui Knowledge Industry Co, Ltd (MKI) akan membangun dan mengoperasikan Data Center Tier-4 di Indonesia. Data center ini nantinya akan beroperasi di bawah naungan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN), anak usaha Multipolar Technology.

Melalui joint venture ini, MKI akan memberikan dan membagikan pengetahuan, pengalaman dan keahliannya di bidang layanan data center dan cloud computing.

Sesuai spesifikasi Tier-4, data center yang berlokasi di Cikarang ini, dilengkapi dengan dua sumber daya listrik dari grid yang terpisah, melalui penyedia kabel serat optik multi-carrier.

"Proses pembangunannya juga sudah dilakukan paralel dengan pembentukan JV sehingga diharapkan data center ini mulai beroperasi sebelum akhir tahun 2015," kata Hanny.

Ia menambahkan, untuk tahun 2014 ini Multipolar telah menyiapkan belanja modal sekitar Rp 146 miliar, dengan alokasi terbesar untuk pembangunan data center.

Sementara itu Director Consulting & Enterprise Business Multipolar Technology, Halim D Mangunjudo mengatakan, pengembangan Data Center Tier-4 ready yang memenuhi standar TIA 942 dan dengan Uptime Institute Certification ini akan menggabungkan kompetensi di bidang perencanaan dan implementasi Disaster Recovery and Business Continuity Plan.

Nantinya data center itu sekitar 60% akan digunakan untuk melayani pusat data perbankan, 20% untuk melayani pusat telekomunikasi serta sisanya untuk melayani pemerintah dan Small Medium Enterprise (SME).

"Prospek bisnis Data Center di Indonesia sangat cerah, khususnya jika memenuhi persyaratan standar yang tinggi dari para penyedia cloud dan pengguna konten dari luar negeri, termasuk dari perusahaan-perusahaan besar Indonesia," papar Halim.

Multipolar juga fokus pada layanan IT outsourcing/managed service melalui anak usaha, PT Visionet Internasional yang terus dikembangkan seiring dengan meningkatnya kebutuhan pada bisnis inti dan mendelegasikan pengelolaan operasional TI.

(rou/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed