Bila tahun 2012, dunia teknologi diguncang dengan aksi akuisisi Facebook terhadap Instagram, maka di tahun ini pembelian startup oleh raksasa teknologi masih banyak terjadi.
Perusahaan seperti Google dan Yahoo masih terus rajin mengakuisi banyak startup, baik yang sudah mempunyai nama atau yang tak terlalu popular secara luas. Tapi setidaknya itu mampu menyita pemberitaan secara luas.
Tidak semua aksi peleburan diiringi dengan penjelasan mengapa hal itu terjadi. Kecuali memang dipastikan untuk memperkuat lini usaha untuk memberikan layanan maksimal atau mungkin mengejutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Google Boyong Waze
|
|
Waze merupakan aplikasi peta yang menampilkan keadaan lalu lintas secara update dan tersedia secara gratis. Data real time yang diupload tersebut berasal dari pengguna sendiri.
Tidak disebutkan berapa nilai pembelian Google atas startup asal Israel ini. Akan tetapi sebelumnya disebut-sebut Google menggelontorkan uang sekitar USD 1,3 miliar atau kurang lebih Rp 12 triliun untuk akuisisi itu.
Mudah ditebak, pembelian startup ini memang untuk menjadikan layanan Google Maps lebih baik lagi.
Menanggapi akuisisi tersebut CEO Waze Noam Bardim mengatakan, "Kami sangat bersemangat tentang kemungkinan bekerja dengan tim Google Maps guna memperkuat kemampuan pencarian kami dan untuk bergabung dengan mereka dalam upaya membangun peta terbaik di dunia".
2. Yahoo Akuisisi Tumblr
|
|
Secara resmi, CEO Marissa Mayer mengumumkan telah mencapai kata sepakat dengan perusahaan startup tersebut pada tanggal 21 Mei 2013.
Seperti yang sudah diduga sebelumnya, dalam sebuah acara di New York, Yahoo akan membayar secara tunai sebesar USD 1,1 miliar (sekitar Rp 22,8 triliun) agar Tumblr menjadi bagian dari Yahoo.
Kendati dibeli perusahaan raksasa, Mayer menjanjikan tidak akan 'mengacaukan' Tumblr dan tetap akan membuat layanan ini beroperasi secara independen. David Karp (26 tahun), sang pendiri Tumblr tetap akan menjadi CEO.Β
3. Nokia Dibeli Microsoft
|
|
"Nokia akan memulai lembaran baru yaitu memfokuskan pada mobilitas dengan memimpin di bidang networking, pemetaan dan lokasi serta kemajuan teknologi," tulis pernyataan bersama CEO Steve Ballmer dan CEO Stephen Elop di situs resmi Microsoft.
Seluruh transaksi ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2014. Dari pembelian ini Microsoft akan menguasai unit bisnis perangkat, layanan, paten, dan layanan peta yang dimiliki Nokia.
"Kami akan terus membuat ponsel yang akan Anda sukai di masa mendatang, dan ponsel terbaru kami nanti merupakan gabungan produk dan layanan terbaik dari Microsoft dan Nokia," tutup pernyataan kedua CEO.
4. Apple Beli Perusahaan Israel
|
|
Apple mencaplok perusahaan di balik teknologi sensor milik Kinect itu pada bulan November dan termasuk pembeliaan yang cukup besar.
Teknologi pelacak gerakan besutan PrimeSense sendiri sebelumnya dipakai oleh Microsoft untuk Kinect pada Xbox 360, namun pada Xbox One sensor tersebut tidak lagi digunakan.
Dengan akuisisi ini, maka bisa jadi sensor gerak ala Kinect muncul di jajaran produk Apple seperti iPhone, iPad atau Macbook. Namun menurut VentureBeat, diprediksi Apple akan memamakainya pada jajaran smart TV mereka.
5. Google Beli Perusahaan Robot Militer
|
|
Salah satu kreasi Boston Dynamics yang terkenal adalah robot bernama BigDog. Robot untuk membantu tentara membawa perlengkapan ini mampu melalui medan berbahaya, mendaki, bahkan dapat menyeimbangkan diri jika terpeleset.
Boston Dynamics tidak membuat robot untuk pasar komersial. Mereka memperoleh pendapatan dari kontrak jutaan dolar dari Departemen Pertahanan AS.
Boston Dynamics adalah perusahaan robot kedelapan yang diakuisisi Google, menandakan bahwa mereka serius pada bisnis robot. Divisi robotika Google dipimpin oleh Andy Rubin, sosok yang dikenal sebagai pencipta sistem operasi Android.
Tidak dijelaskan berapa banyak uang yang dikeluarkan Google untuk mengakuisisi Boston Dynamics. Namun perusahaan robot yang didirikan oleh Marc Raibert, mantan profesor di MIT ini, mitra penting Departemen Pertahanan AS. Jadi diprediksi nilainya jauh melebihi angka USD 1 miliar.
"Saya senang dengan kemampuan Google dan juga Andy untuk berpikir besar dan mempunya sumber daya untuk membuatnya terjadi," kata Raibert yang merasa senang dengan kesepakatan akuisisi.
(tyo/ash)