Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bisnis Sapu Jagat ala Dell

Bisnis Sapu Jagat ala Dell


Ardhi Suryadhi - detikInet

Dell World 2013 (ash/detikINET)
Austin, Texas - Dell jadi semakin agresif pasca kembali menjadi perusahaan privat. Dalam gelaran Dell World 2013, ambisi Dell untuk semakin meraksasa begitu terasa.

"Kami ingin menjadi end to end solution company," tegas Michael Dell, pendiri dan CEO Dell Inc. di atas panggung Dell World yang turut diikuti detikINET di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Singktnya, Dell ingin jadi tempat pertama yang dicari suatu perusahaan ketika membutuhkan produk dan layanan TI untuk mendukung kinerja bisnisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hulu sampai ke hilir. Mulai saat perusahaan membutuhkan perangkat PC -- laptop, komputer desktop, workstation dan tablet PC -- kemudian berlanjut ke data center, storage, software, sampai urusan sistem keamanan.

Michael Dell sendiri mengkategorikan produk dan layanan besutannya jadi empat bagian. Yakni Transform, Connect, Inform, dan Protect.

Empat aspek inilah yang nantinya diturunkan jadi solusi utama yang ditawarkan kepada pelanggan: services, software, data center dan computing.

Michael Dell menjelaskan bahwa pilar 'Transform' merujuk pada misi perusahaan untuk melakukan memodernisasi data center dengan cloud dan solusi yang terkorvengensi.

Sementara 'Connect' yaitu untuk mengutilisasi peran mobility dari perangkat yang digunakan sehingga dapat bersinergi dengan cloud dan data center.

"Seperti yang kalian ketahui, kini sudah zamannya BYOD (Bring Your Own Device), tentunya dibutuhkan suatu solusi agar produktivitas jadi lebih optimal," kata Michael Dell.

Pilar 'Inform' lebih ditujukan agar data-data yang dimiliki perusahaan dapat lebih dioptimalkan sehingga bermanfaat dalam menentukan arah bisnis perusahaan.

Singkatnya, ini terkait isu big data yang belakangan kian akrab di telinga penggiat IT. Yakni bagaimana mengubah tumpukan 'sampah data-data' menjadi 'tambang emas' yang berguna bagi perusahaan.

Terakhir adalah 'Protect' yang berhubungan dengan solusi keamanan untuk menjaga data dan jaringan dari penjahat cyber.

"Itu (Transform, Connect, Inform dan Protect -red.) merupakan empat area kunci bagi Dell yang kami yakini dapat menjawab tantangan terbesar di masa depan. Termasuk tentunya untuk menggali peluang yang ada bagi bisnis Anda," jelas Michael Dell.

Dalam kesempatan terpisah, Vice President Dell untuk pasar Australia, New Zealand dan Asia Selatan Joe Kremer menyatakan bahwa deretan solusi yang ditawarkan Dell sudah lengkap untuk memuaskan pelanggan, khususnya bagi kalangan enterprise.

"Kami punya bisnis software group, computing, services, data center, dan setiap tahun terus menambahkan elemen yang bisa semaking melengkapi produk dan layanan yang ada," ungkapnya.

Pun demikian, Joe mengakui bahwa seluruh solusi yang dimiliki Dell tidak diboyong ke setiap negara, termasuk Indonesia. Hal ini lebih kepada permintaan pelanggan dan kondisi yang berbeda di tiap negara.

"Namun kami selalu berusaha untuk melakukan integrasi terhadap solusi yang ada. Ketika mereka membeli laptop atau PC desktop, mereka juga bisa mendapatkan layanan Dell lainnya untuk menunjang bisnisnya," lanjut Joe.

"Misalnya dengan terintegrasi dengan infrastruktur Dell Blade, storage, software management, serta security dan mobilty sehingga solusi yang dihadirkan jadi lebih optimal," imbuhnya.

Hal ini dipertegas dengan memperluas partnership dengan vendor lainnya. Yang terbaru adalah Red Hat untuk solusi OpenStack serta dengan Drop Box.

Ambisi dari Privatisasi

Dell sendiri telah kembali menjadi perusahaan privat (tertutup), setelah sebelumnya merampungkan pembelian seluruh sahamnya di Wall Street senilai USD 24,4 miliar bersama Silver Lake Partners. Hal ini juga mengakhiri perjalanan Dell selama 24 tahun sebagai perusahaan publik alias terbuka (tbk).

Dengan status barunya itu, terlihat dengan jelas bahwa antusiasme Michael begitu menggelora saat memaparkan berbagai rencana perusahaan yang dibangunnya pada usia 19 tahun tersebut.

Dell disebut Michael bakal menjadi lebih bebas dan fleksibel dana menggeber akselerasi bisnis. Termasuk untuk menggeber investasi untuk pasar di negara berkembang.

Chief Financial Officer Dell Brian Gladden menambahkan, perubahan status dari perusahaan publik ke privat ini secara langsung telah membawa perbedaan terhadap sejumlah hal yang dibawa perusahaan.

Perubahan itu di antaranya seperti memberi komitmen jangka panjang terhadap klien, investasi yang lebih agresif, fleksibel dalam menghadapi pasar, serta dapat berakselerasi dengan lebih cepat lagi.

"Namun tentu saja, ada hal-hal yang juga tidak berubah dari perusahaan. Seperti fokus terhadap perusahaan, serta kultur dan spirit yang kami (Dell-red.) miliki," ungkapnya.

Status sebuah perusahaan itu 'terbuka' atau 'privat' memang memiliki plus minus masing-masing. Yang pasti, dengan menjadi perusahaan tertutup, Dell tidak akan diganggu oleh kepentingan para pemilik saham serta isu liar yang berkembang di luar.

Termasuk untuk urusan melaporkan kondisi perusahaan, langkah strategis atau prediksi keuangan kepada otoritas pasar modal. Jadi para petinggi perusahaan dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya.

(ash/fyk)






Hide Ads