Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Iron Man' Gagal Selamatkan HTC One Max

'Iron Man' Gagal Selamatkan HTC One Max


- detikInet

HTC One Max dalam genggaman Iron Man (ist)
Jakarta - Kisah sukses penyelamatan Tony Starks dalam sekuel Iron Man hanya terjadi di film. Di dunia nyata, kepahlawanan jagoan Marvel itu ternyata belum mampu mengangkat performa bisnis HTC dari keterpurukan.

Ya, HTC tentunya berharap banyak saat mendapuk aktor kawakan Robert Downey Jr sebagai simbol terbarunya dalam peperangan bisnis ponsel pintar melawan hegemoni Samsung dan Apple. Namun sayangnya, kepiawaian sang 'Iron Man' sebagai brand ambassador belum terbukti.

Seperti detikINET kutip dari Celluler News, Kamis (7/11/2013), HTC tercatat membukukan kerugian USD 102 juta atau sekitar Rp 1,16 triliun di triwulan ketiga 2013 karena turunnya pendapatan dalam periode tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Analis dari Yuanta Financial, Dennis Chan, menilai salah satu pemicu pendorong kerugian HTC adalah gagalnya produk baru HTC One Max yang dibintangi oleh pemeran superhero miliuner nan jenius, playboy, dan dermawan itu.

"Terbukti, HTC One Max tidak kompetitif di pasaran," sesalnya, mengomentari penjualan ponsel jumbo yang menampilkan layar berukuran 5,9 inch tersebut.

Penjualan HTC hingga periode September tahun ini yang tercatat mencapai USD 1,6 miliar, juga meleset dari target sekitar USD 1,7 miliar hingga USD 2,04 miliar. Padahal, di periode sama tahun lalu HTC bisa meraih keuntungan USD 132 juta dengan pendapatan USD 2,39 miliar.

"Kami melihat masih ada kemajuan di kuartal ketiga ini," ujar CEO HTC Peter Chou, membela diri.

Di kuartal keempat ini, HTC memprediksi pendapatannya masih bisa turun di kisaran USD 1,36 miliar hingga USD 1,53 miliar. Untuk mengantisipasinya, HTC akan fokus menjual smartphone murah guna membidik keuntungan.

Terlalu Mahal

Seretnya penjualan HTC One Max disinyalir karena harganya yang dinilai terlalu mahal. HTC One Max dijual seharga 5.488 yuan atau sekitar USD 895 yang jika dirupiahkan berkisar Rp 9,9 juta.

Bahkan, Vodafone sebagai reseller ekslusif yang ditunjuk HTC untuk mendistribusikan ponsel jumbonya ini, kabarnya menjualnya 600 poundsterling atau sekitar Rp 10,5 juta. Jelas mahal, mengingat harga ini belum termasuk kontrak layanan data yang biasanya dibundling dengan penjualan ponsel.

Banderol harga tinggi di phablet ini kemungkinan karena teknologi canggih yang dibenamkan. Salah satunya adalah sensor sidik jari. HTC menjadi vendor berikutnya yang menghadirkan teknologi ini di gadgetnya setelah Apple.

Spesifikasi lainnya yakni prosesor quadcore Qualcomm Snapdragon 600 dengan clocked 1.7 HGz, RAM 2GB dan layarnya sendiri sudah mengusung resolusi 1080p HD. Dari segi kamera, si bongsor ini dibekali kamera depan 2.1 MP dan 4 MP untuk kamera belakang berteknologi UltraPixel.


(rou/rou)





Hide Ads