"Iya kelihatannya mundur, tetapi perundingannya dengan kelompok Pak Aguan (Agung Sedayu Grup) itu siapa itu Era (Era Jaya) sudah selesai. Sekarang dia minta berunding dengan pemerintah melalui perindustrian, karena dia juga mengajak kemenperin dan kementerian lain untuk ikut pro aktif dalam pembagian lembaga risetnya dan sebagainya," kata Hidayat di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-28 di arena PRJ, JIExpo, Kemayoran, Jakarta (16/10/ 2013).
Hidayat menuturkan salah satu kendala yang masih dibahas adalah pola investasi yang berbeda bila dibandingkan dengan pola investasi di China. Di Indonesia, investasi Foxconn diserahkan melalui kerjasama dengan pengusaha swasta. Sedangkan di China, investasi Foxconn menggandeng langsung pemerintah pusat dan daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya peluang Foxconn berinvestasi di Indonesia baru terealisasi tahun depan atau tahun 2014. Hidayat menjanjikan awal tahun pabrik Foxconn telah berdiri di Indonesia.
"Tahun depan karena kemarin kita ketemu (dengan Foxconn) di APEC. Saya sempet ngopi juga dengan dia (CEO Foxconn), dia mengatakan bahwa sudah selesai perundingannya dan dia minta kalau saya juga dalam satu bulan ini perundingan dengan kementerian perindustrian, karena kita mau bikin lab, lembaga risetnya, dan sebagainya. Saya tahunya pokoknya awal tahun," cetus Hidayat.
(dnl/rou)