Bisa ditebak, Google tentunya ingin mengembangkan teknologi pengenalan gerak lebih baik melalui aksi akuisisi ini. Namun belum jelas, pada perangkat apa teknologi ini akan dibenamkan Google.
"Kami sangat gembira mengumumkan bahwa kami akan meneruskan riset di Google. Kami berbagi semangat Google dan senang bisa menambah 'amunisi' Google," demikian Flutter mengonfirmasi akuisisi ini melalui halaman situsnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat terkesan dengan kemampuan tim Flutter merancang teknologi baru berdasarkan riset yang menyeluruh. Kami ingin terus mendukung dan berkolaborasi dalam riset mereka di Google," kata juru bicara Google.
Flutter dikenal sebagai aplikasi yang memungkinkan pengguna mengontrol media playback dengan gerakan sederhana yang ditangkap kamera perangkat. Teknologi semacam ini mirip dengan Kinect milik Microsoft.
(rns/rou)