Pada penutupan perdagangan kemarin, saham perusahaan yang didirikan Steve Jobs ini anjlok 5,4% ke level USD 467,71 (Rp 4,6 juta) per lembar. Sehari sebelumnya, saham Apple sudah jatuh 2,3%.
Atas koreksi saham ini, nilai perusahaan atau kapitalisasi pasar perusahaan besutan Steve Jobs ini menjadi 'hanya' USD 424,9 miliar (Rp 4.249 triliun). Koreksi yang terjadi dua hari ini merupakan yang terparah sejak 18 April lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, investor kecewa atas ponsel pintar alias smartphone baru Apple, iPhone 5S dan iPhone 5C, karena tidak ada inovasi yang berarti dan dianggap tidak jauh berbeda dengan versi iPhone sebelumnya.
Dalam rentang satu tahun ke belakang, saham Apple memberi return alias keuntungan investasi yang minus, yaitu -28,5%. Saham produsen iPad itu pernah mencapai posisi tertinggi di USD 705,07 (Rp 7 juta) per lembar pada September lalu.
(ang/ash)