Beberapa tahun lalu, industri chip perangkat pintar mungkin masih didominasi Intel dan AMD yang kerap menguntiti di posisi kedua. Namun kini tidak lagi, AMD terpeleset hingga jatuh ke posisi empat.
Posisi produsen chip kedua terbesar kini diduduki oleh Qualcomm, sedangkan di bawahnya ada Samsung kemudian AMD. Intel sendiri hingga kini masih menjadi raja produsen chip dunia, walau beberapa waktu lalu sempat mengalami penurunan 1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di periode yang sama Qualcomm justru mencetak angka penjualan yang fantastis sebesar USD 5,3 miliar. Ini berarti produsen yang bermarkas di San Diego, AS itu mengalami peningkatan sebesar 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Samsung sendiri mengalami pertumbuhan yang tak kalah hebat. Pabrikan asal Korea Selatan ini tercatat mengalami peningkatan hingga 78% dibanding tahun sebelumnya dengan total pendapatan USD 4,7 miliar, itu hanya untuk penjualan chip saja.
Seperti dikutip detikINET dari The Verge, Senin (27/5/2013), kuat dugaan peningkatan Samsung yang signifikan itu disebabkan penjualan iPhone yang tak pernah surut.
AMD dan Intel memang sama-sama menghadapi masalah yang cukup serius. Karena IC Insight memprediksi tren kenaikan permintaan smartphone dan tablet masih cukup baik di beberapa tahun ke depan, sementara komputer dan laptop dipercaya berangsur turun. Jadi mau tidak mau kedua raksasa microchip itu harus melakukan gebrakan baru.
(eno/ash)