Ujung-ujungnya divisi TI yang menaunginya akan memiliki banyak tanggung jawab terhadap kompleksitas infrastruktur yang digunakan perusahaan.
Kompleksitas infrastruktur yang biasanya terjadi pada penggunaan data center, mengharuskan pengguna korporasi mengakomodir banyak parameter yang dibutuhkan untuk mendukung penggunaan data center tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raymond Goh selaku Regional Senior Director Asia South Region Symantec, mengutip data yang dihimpun oleh Symantec mulai Januari hingga Desember 2011 menjelaskan bahwa kompleksitas sebuah data center dapat mengakibatkan 16 kerugian yang bisa membuang biaya hingga USD 5,1 juta.
Sebanyak 16 kerugian yang berujung pada downtime tersebut dijelaskan oleh Raymond, diisi oleh 11 kemungkinan yang terjadi akibat kegagalan sistem, kemudian 4 kemungkinan yang diakibatkan oleh kesalahan manusia, dan 1 kemungkinan terakhir yang disebabkan oleh bencana alam.
Agar dapat meminimalkan kompleksitas data center yang berujung pada 16 kerugian tersebut, pengguna korporasi diimbau dapat memulainya dengan mengurangi frekuensi backup data, mengurangi kemungkinan dupilkasi data, dan menggunakan perangkat yang mampu mengakomodir beberapa parameter sekaligus.
Ditambah juga dengan mengenali dengan pasti platform yang dibutuhkan saat ingin melakukan pengembangan apakah sudah tepat dan sesuai kebutuhan, dan yang terakhir adalah dengan menciptakan kebijakan perusahaan yang mendukung peminimalan kompleksitas.
"Poin-poin tersebut akan membantu pengguna korporasi mengurangi kompleksitas pada data center yang tentunya berakibat pada penurunan biaya yang signifikan," tukas Raymond dalam jumpa pers yang berlangsung Hotel Le Meridien, Kamis (22/11/2012).
(ash/ash)