Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kompleksitas Data Center Bikin Repot

Kompleksitas Data Center Bikin Repot


Yudhianto - detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Perkembangan teknologi informasi memang menuntut pengguna korporasi untuk mengikutinya agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan menjadi lebih efisien. Namun seiring penggunaan perangkat infrasturuktur yang semakin canggih, maka kompleksitas infrastruktur pun tak dapat dihindari.

Ujung-ujungnya divisi TI yang menaunginya akan memiliki banyak tanggung jawab terhadap kompleksitas infrastruktur yang digunakan perusahaan.

Kompleksitas infrastruktur yang biasanya terjadi pada penggunaan data center, mengharuskan pengguna korporasi mengakomodir banyak parameter yang dibutuhkan untuk mendukung penggunaan data center tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai dari kebutuhan storage, server virtualisasi, mengelola aplikasi yang digunakan (software-as-a-service), virtualisasi storage, dukungan mobile computing, bahkan antisipasi terhadap kebutuhan business critical apps yang kian berkembang.

Raymond Goh selaku Regional Senior Director Asia South Region Symantec, mengutip data yang dihimpun oleh Symantec mulai Januari hingga Desember 2011 menjelaskan bahwa kompleksitas sebuah data center dapat mengakibatkan 16 kerugian yang bisa membuang biaya hingga USD 5,1 juta.

Sebanyak 16 kerugian yang berujung pada downtime tersebut dijelaskan oleh Raymond, diisi oleh 11 kemungkinan yang terjadi akibat kegagalan sistem, kemudian 4 kemungkinan yang diakibatkan oleh kesalahan manusia, dan 1 kemungkinan terakhir yang disebabkan oleh bencana alam.

Agar dapat meminimalkan kompleksitas data center yang berujung pada 16 kerugian tersebut, pengguna korporasi diimbau dapat memulainya dengan mengurangi frekuensi backup data, mengurangi kemungkinan dupilkasi data, dan menggunakan perangkat yang mampu mengakomodir beberapa parameter sekaligus.

Ditambah juga dengan mengenali dengan pasti platform yang dibutuhkan saat ingin melakukan pengembangan apakah sudah tepat dan sesuai kebutuhan, dan yang terakhir adalah dengan menciptakan kebijakan perusahaan yang mendukung peminimalan kompleksitas.

"Poin-poin tersebut akan membantu pengguna korporasi mengurangi kompleksitas pada data center yang tentunya berakibat pada penurunan biaya yang signifikan," tukas Raymond dalam jumpa pers yang berlangsung Hotel Le Meridien, Kamis (22/11/2012).

(ash/ash)






Hide Ads