Teguh Prasetya, Founder Indonesia Cloud Forum mengungkapkan, pasar cloud computing di Indonesia tahun ini tumbuh 20% untuk segmen korporasi. Menurutnya, pertumbuhan cloud sudah melebihi pertumbuhan industri IT di Indonesia yang 'cuma' tumbuh 19%.
"Jika melihat tren positif ini, tahun depan pasar cloud di negeri ini bisa tumbuh hingga 70% dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat adopsi tertinggi di Asia Pasifik," paparnya dalam seminar 'Big Data Trend 2nd Round: Infrastructure and Demand Challenges', di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditambah lagi peluang tahun depan, Big Data sudah muncul. Tidak hanya dari sisi permintaan saja, tapi juga layanan yang dikonsumsi korporasi di Indonesia. Tren big data ini membutuhkan jaringan akses yang memadai. Bandwidth tidak boleh kurang dari 2 MB, baik lewat fixed atau mobile," ujarnya.
Masih menurut Teguh, ledakan Big Data tak hanya didorong oleh pertumbuhan pengguna sosial media. Enterprise data yang besar juga termasuk di antaranya. Social data yang tidak terstruktur seperti konten, teks, audio, video, dan gambar, bercampur menjadi satu dengan Enterprise data yang terstruktur mulai dari data klien, produk, hingga transaksi perdagangan.
Dari tren ini bisa dianalisa, fenomena Big Data bisa menjadi peluang bisnis besar jika diantisipasi dengan tepat dan cepat. Namun sebaliknya, jika penyedia infrastruktur dan operator telekomunikasi gagal atau terlambat mengantisipasi, risikonya bisa jadi bencana.
"Bencana ini bisa menimpa penyedia data center. Kita pernah mengalami bencana saat terjadi kebakaran data center di Jakarta belum lama ini. Itu peringatan keras untuk kita agar selalu siaga mengantisipasi bencana," kata Teguh mengingatkan.
Namun di sisi lain, jika melihat Big Data Market Forecast 2012-2017, peluangnya memang harus diakui sangat besar. Di 2012 ini saja pasarnya mencapai USD 5,1 miliar. Angka ini terus meningkat dengan pertumbuhan eksponensial dua kali lipat dari tahun ke tahun hingga 10 kali lipat dalam lima tahun ke depan.
Diproyeksikan, pasar Big Data akan tumbuh menjadi USD 10,2 miliar di tahun 2013, USD 16,8 miliar di 2014, USD 32,1 miliar di 2015, USD 48 miliar di 2016, dan puncaknya USD 53,4 miliar di 2017.
(rou/ash)