Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/5/2012), saham raksasa jejaring sosial itu sempat menyentuh US$ 28,65 per lembar sebelum akhirnya berhenti diperdagangkan di US$ 28,84, tepatnya jatuh 9,6%.
Jatuhnya saham Facebook itu tidak dibarengi dengan koreksi di saham-saham teknologi lainnya. Investor menjadi bertanya-tanya mengenai prospek bisnis perusahaan milik Mark Zuckerberg itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah Facebook untuk menggenjot pendapatan melalui masuk ke pasar ponsel dinilai tidak akan mulus. Pasalnya, pasar tersebut sudah lebih dahulu didominasi oleh Google Inc and Apple.
(ang/rou)