Kini, banyak pihak yang seakan saling menyalahkan atas kinerja saham FB di bursa Nasdaq. Investor, analis saham hingga bankir bingung apa yang salah dengan saham Facebook.
Sebagian pihak menunjuk Morgan Stanley menjadi pihak yang paling bertanggungjawab. Morgan Stanley adalah salah satu penjamin emisi atas penawaran perdana saham FB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses IPO Facebook sebelumnya membawa antusias tinggi dari para investor. Khususnya investor institusi macam Fidelity dan Vanguard percaya kinerja saham FB akan jauh lebih tinggi dibandingkan harga penawarannya.
"Ini adalah kekecewaan yang besar. Investor awalnya berharap mendapat keuangan dari ini," kata David J. Abella, dari Rochdale Investment Management seperti dikutip dari New York Times, Selasa (22/5/2012).
Tak tanggung-tanggung, Facebook digadang-gadang menjadi perusahaan berkinerja baik selain Google yang telah lebih dulu tercatat di Nasdaq.
Segala angan-angan itu sirna saat Facebook diperdagangakan Jumat pekan lalu. Kinerja FB memble jauh dari harga perdana yang ditetapkan US$ 38 per lembar.
Seluruh pihak banyak berharap Facebook akan membaik pada awal pekan ini, nyatanya tidak. Saham FB justru terjerembab lebih dalam. FB jauh 10,99% dan ditutup pada level US$ 34,03 per lembar.
Bagi bank, ini menjadi situasi yang abnormal. Perlu diingat, tahun lalu saham-saham teknologi seperti LinkedIn, Groupon dan Zynga sukses.
Banyak pihak juga menyayangkan analisa Morgan Stanley dan petinggi Facebook dalam menentukan harga saham IPO FB. Saat potensi permintaan dari investor tinggi, mereka justru menaikkan harga saham Facebook menjadi US$ 38 per lembar, dari penilaian semula pada kisaran US$ 28 per lembar hingga US$ 35 per lembar.
Padahal ekspektasi tinggi ini justru datang dari investor ritel yang sering kali tidak konsisten dalam berinvestasi.
Ada juga penilaian, saham FB yang diajukan Morgan Stanley bertujuan untuk mengurangi potensi kenaikan harga pada perdagangan perdana. LinkedIn sebelumnya mencatat kenaikan dua kali lipat pada perdagagan perdana.
"Kisaran harga dan besaran saham Facebook yang ditawarkan tidak juga membaik dan luput dari observasi versi Morgan Stanley dan penjamin emisi lainnya," ujar analis Nick Zahariars.
Morgan Stanley, disebutkan Nick tidak memantau proses IPO Facebook secara menyeluruh.
(wep/fyk)