Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BlackBerry PlayBook Tak Laku, Laba RIM Anjlok 71%

BlackBerry PlayBook Tak Laku, Laba RIM Anjlok 71%


- detikInet

Toronto - Research in Motion (RIM) mengumumkan laporan keuangannya untuk Q3 2011. Vendor BlackBerry asal Kanada ini membukukan pendapatan lumayan meski meleset dari proyeksi awal dan menurun dibandingkan tahun lalu.

RIM melaporkan pendapatannya mencapai USD 5,2 miliar di kuartal tersebut, meleset dari target USD 5,6 miliar. Jumlah itu juga menurun dari pendapatan RIM dalam periode yang sama tahun lalu sebanyak USD 5,5 miliar.

Dari total pendapatan di atas, profit RIM terhitung mencapai USD 265 juta dengan penjualan total sebanyak 14,1 juta unit BlackBerry. RIM juga mengklaim jumlah pelanggannya mencapai 75 juta, naik 35% dari tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah profit tersebut merupakan penurunan cukup drastis dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 911 juta. Persentase penurunan profit mencapai 71%.

Dikutip detikINET dari Engadget, Jumat (16/12/2011), faktor utama melesetnya target pendapatan RIM adalah buruknya penjualan komputer tablet BlackBerry PlayBook. Dalam Q3 2011, penjualan PlayBook hanya mencapai 150 ribu unit sehingga banyak stok menumpuk di gudang dan menimbulkan kerugian sangat besar mencapai USD 485 juta.

Meski performa keuangan RIM tidak terlalu buruk, pasar memandang miring prospek masa depan perusahaan ini. Terbukti dengan terus merosotnya nilai saham. Menurut MarketWatch, nilai saham mereka kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2004.

Akibat nilai saham yang terus merosot, dua bos Research in Motion (RIM) memangkas gaji mereka menjadi USD 1 atau sekitar Rp 9.000 per tahun. Hal ini berlaku selama performa bisnis produsen BlackBerry itu belum membaik.

"Beberapa tahun terakhir adalah masa yang paling berat untuk perusahaan ini," kata Jim Balsillie, co-CEO RIM saat membahas laba per kuartal dengan para analis.

RIM berjanji akan berupaya sekeras mungkin untuk memulihkan kondisi perusahaan. Salah satunya dengan memproduksi BlackBerry yang memakai OS BlackBerry 10, kemungkinan dirilis tahun depan.


(fyk/ash)






Hide Ads