RIM melaporkan pendapatannya mencapai USD 5,2 miliar di kuartal tersebut, meleset dari target USD 5,6 miliar. Jumlah itu juga menurun dari pendapatan RIM dalam periode yang sama tahun lalu sebanyak USD 5,5 miliar.
Dari total pendapatan di atas, profit RIM terhitung mencapai USD 265 juta dengan penjualan total sebanyak 14,1 juta unit BlackBerry. RIM juga mengklaim jumlah pelanggannya mencapai 75 juta, naik 35% dari tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikINET dari Engadget, Jumat (16/12/2011), faktor utama melesetnya target pendapatan RIM adalah buruknya penjualan komputer tablet BlackBerry PlayBook. Dalam Q3 2011, penjualan PlayBook hanya mencapai 150 ribu unit sehingga banyak stok menumpuk di gudang dan menimbulkan kerugian sangat besar mencapai USD 485 juta.
Meski performa keuangan RIM tidak terlalu buruk, pasar memandang miring prospek masa depan perusahaan ini. Terbukti dengan terus merosotnya nilai saham. Menurut MarketWatch, nilai saham mereka kini berada di titik terendah sejak pertengahan 2004.
Akibat nilai saham yang terus merosot, dua bos Research in Motion (RIM) memangkas gaji mereka menjadi USD 1 atau sekitar Rp 9.000 per tahun. Hal ini berlaku selama performa bisnis produsen BlackBerry itu belum membaik.
"Beberapa tahun terakhir adalah masa yang paling berat untuk perusahaan ini," kata Jim Balsillie, co-CEO RIM saat membahas laba per kuartal dengan para analis.
RIM berjanji akan berupaya sekeras mungkin untuk memulihkan kondisi perusahaan. Salah satunya dengan memproduksi BlackBerry yang memakai OS BlackBerry 10, kemungkinan dirilis tahun depan.
(fyk/ash)