Seperti diketahui, akuisisi Motorola oleh Google senilai USD 12,5 miliar yang diumumkan Agustus silam, memunculkan kekhawatiran bahwa Google akan memberikan perlakuan istimewa atas lisensi sistem operasi (OS) mobile Android.
Beberapa kali, dalam berbagai kesempatan, Google sudah menjawab kekhawatiran ini. Namun banyak yang masih meragukan mengingat bisa saja Google berubah pikiran saat proses pembelian Motorola selesai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komentar ini secara luas dipandang sebagai upaya Schmidt meyakinkan para vendor handset yang selama ini menjadi mitranya, termasuk Samsung dan HTC.
Sebelumnya, Andy Rubin yang mengepalai divisi Android juga pernah mengatakan hal serupa dan menyebutkan raksasa internet tersebut tidak akan secara aktif terjun di bisnis hardware. Ini adalah respons Rubin menjawab kekhawatiran bahwa Google nantinya akan memproduksi handset sendiri.
"Akuisisi Motorola oleh Google tidak harus membuat kami aktif memasuki bisnis hardware. Tidak berarti pula Motorola akan mendapat perlakuan istimewa," ujarnya.
(rns/ash)