Keputusan IBM melego bisnis PC ke Lenovo pada tahun 2005 terbukti sebagai langkah tepat. Penjualan dan profit IBM kemudian terus menanjak, bahkan saat resesi ekonomi.
Eksekutif HP berharap rencana menjual divisi PC yang membawahi penjualan laptop, desktop sampai aksesoris komputer berbuah hal yang sama. CEO HP Leo Apotheker mengumumkan kemungkinan memisahkan unit PSG dalam waktu sekitar 18 bulan sehingga bisa fokus pada bisnis commercial systems, software dan layanan bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah HP untuk berpisah dari bisnis hardware komputer akan memposisikan perusahaan ini berkompetisi secara lebih efektif dengan rival, karena HP tak terbeban lagi dengan penjualan consumer PC dengan margin rendah," ucap Beau Skonieczny, analis di Technology Business Research.
Analis dari Gartner, Mark Margevicius menilai eksekutif HP memutuskan memisahkan bisnis PC dengan alasan yang sama seperti ketika IBM menjual divisi PC 6 tahun lampau. Yaitu keuntungan yang dinilai tidak cukup besar dan pertumbuhan pasar terus melambat.
Namun dinilai tak mudah bagi HP meniru langkah IBM. Salah satunya, menemukan pembeli potensial mengingat divisi PSG HP diestimasi bernilai sampai USD 12 miliar, sebuah nilai yang terhitung mahal.
Di samping itu, IBM sendiri sudah sejak lama berfokus di bidang software, jauh sebelum mereka menjual divisi PC ke Lenovo di 2005. Sejak tahun 2000, IBM sudah fokus mengembangkannya dan kala divisi PC dijual, mereka adalah pemain kedua terbesar di bisnis software, hanya kalah dari Microsoft.
Sejak saat itu, bisnis IBM terus melesat dan HP masih cukup jauh di belakang. Di kuartal 2 2011, pendapatan IBM di bisnis software mencapai USD 6,2 miliar. Sedangkan revenue HP di bisnis software baru USD 780 juta. Tak heran HP semakin agresif mengejar IBM.
"HP telah mengadopsi banyak langkah IBM, sekarang dengan rencana untuk keluar dari industri PC," kata Mark McDonalds, analis di Gartner seperti dilansir eWeek dan dikutip detikINET, Senin (22/8/2011).
(fyk/ash)