Dikutip detikINET dari PC World, Senin (22/8/2011), dewan pimpinan HP telah mengizinkan eksplorasi strategi alternatif untuk divisi PSG. Pilihan yang ada termasuk memisahkan atau menjualnya ke pihak lain. Keuntungan yang makin tipis dari sektor PSG serta fokus ke bisnis enterprise yang lebih menguntungkan jadi alasannya.
"Cepatnya perubahan di pasar perangkat personal terus meningkat dan kompetisi tumbuh semakin kompleks, terkhusus di arena personal computing," kata CEO HP, Leo Apotheker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, ada kemungkinan HP akan menjadi seperti IBM. IBM awalnya memiliki divisi PC, kemudian menjualnya ke Lenovo pada tahun 2005. IBM lalu sepenuhnya berfokus pada bisnis software dan services yang menjanjikan profit lebih besar.
Jika akhirnya HP akan menjual sepenuhnya bisnis PSG, mereka dinilai akan kesulitan mendapatkan pembeli. Sebab situasi pasar sudah berbeda dibanding waktu ketika IBM menjual divisi PC-nya, di samping mahalnya harga pembelian.
"Margin keuntungan di bisnis PC semakin kecil, pasar yang sudah mature diganggu oleh ketidakpastian ekonomi serta komponen semakin terstandarisasi di industri ini," ucap Cassandra Mooshian, analis di Technology Business Research.
Namun tetap saja ada perusahaan yang mempunyai uang lebih dari cukup sebagai calon pembeli potensial divisi PSG HP, jika benar akhirnya HP menjualnya. Memang langkah itu mengagetkan, tapi bagi beberapa analis adalah tindakan yang tepat.
"Bagi HP, hal ini adalah tentang menghasilkan uang. Sama dengan ketika IBM menjual bisnis PC ke Lenovo. Divisi ini dianggap tidak menghasilkan uang yang cukup bagi mereka," tutur Mark Margevicius, analis dari Gartner seperti dikutip eWeek.
(fyk/ash)