Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
iTunes Makan Biaya USD 1,3 Miliar Setahun

iTunes Makan Biaya USD 1,3 Miliar Setahun


- detikInet

Jakarta - Kesuksesan iTunes dan App Store kerap membuat banyak orang mengira Apple meraup untung besar. Namun perusahaan Steve Jobs ini selalu menyangkalnya. Apa pasal?

Sebuah laporan menyebutkan, setiap tahunnya Apple mengeluarkan biaya hingga USD 1,3 miliar untuk pemeliharaan iTunes dan App Store. Adapun laporan tersebut menggunakan data yang dirilis pada perhelatan Worldwide Developer Conference (WWDC) yang berlangsung belum lama ini.

Dilansir TG Daily dan dikutip detikINET, Kamis (16/6/2011), laporan itu mengombinasikan harga rata-rata lagu dan aplikasi di toko online tersebut kemudian dikurangi uang yang dibayarkan kepada para developer serta perusahaan rekaman dan lain-lain hingga jumlahnya mencapai USD 1,3 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan itu memperkirakan Apple membelanjakan USD 113 juta per bulan dari total pemasukan bulanannya sebesar USD 313 juta. Informasi yang juga disertai data statistik ini seolah mendukung apa yang selama ini kerap dikatakan Apple, bahwa iTunes dan App Store sebenarnya tidak benar-benar menghasilkan uang banyak bagi Apple.

Menurut data statistik, toko digital Apple itu tercatat telah melayani 15 miliar unduhan lagu, 130 juta buku dan 14 miliar aplikasi. Saat ini ada 225 juta akun iTunes dan 50 juta akun Game Center. Total, App Store menawarkan 425 ribu aplikasi yang 90 ribu diantaranya dirancang khusus untuk iPad.

Sebagian besar biaya diperuntukkan bagi pelayanan konten, seperti trafik dan proses pembayaran. Sebagian lagi untuk curation dan support. "Namun sangat mungkin tersisa banyak untuk diinvestasikan dalam peningkatan kapasitas," tulis laporan itu.

Ditambah lagi, Apple pun terus membelanjakan uangnya untuk 'etalase' digital, seperti data center bernilai USD 500 juta yang dibangunnya di Maiden, Carolina Utara, Amerika Serikat. Sebelumnnya, Apple pernah menyebutkan bahwa awal tahun ini fasilitas tersebut akan mendukung iTunes dan MobileMe. Mengingat MobileMe akan segera 'dihapuskan', data center ini sepertinya akan mendukung iCloud yang baru diluncurkan.


(rns/ash)






Hide Ads