Dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (27/5/2011), seorang sumber terpercaya mengatakan bahwa dewan direksi Microsoft yang berjumlah 9 orang telah bertekad untuk mempertahankan Ballmer sebagai nakhoda Microsoft. Sosok penting dalam penetapan keputusan itu adalah adanya suara dari Gates.
Meski belakangan lebih menyibukkan diri dengan program filantropinya, pesona Gates tentu saja dianggap masih sangat berpengaruh. Terlebih, pria yang mendirikan Microsoft pada tahun 1975 itu juga masih menjadi pemegang saham terbesar dengan proporsi 6,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bill Gates adalah seorang kapitalis. Jika dia mau, dia sendiri yang akan menyambangi Ballmer," ujar orang dalam Microsoft lainnya.
Alhasil, seruan untuk melengserkan Ballmer dari posisi CEO Microsoft oleh David Einhorn, hedge fund manager dari Greenlight Capital yang merupakan salah satu investor saham Microsoft, sepertinya akan sulit terealisasi.
Meskipun dalam konferensi Ira Sohn Investment Research Conference di New York, Amerika Serikat, Einhorn mengatakan bahwa keberadaan Ballmer yang terus-menerus ibarat awan mendung yang paling besar di atas saham Microsoft.
Ballmer sendiri menjabat CEO sejak tahun 2000 seiring bergesernya peran Bill Gates. Konon, menurut Reuters, cukup banyak suara sumbang yang mengkritik kepemimpinan Ballmer.
Pada Selasa (24/5/2011) saham Microsoft -- untuk pertamakalinya sejak 15 tahun terakhir -- dilampaui oleh IBM. Jika seorang investor 10 tahun lalu menanam saham USD 100 ribu di Microsoft, saat ini ia hanya akan memiliki saham senilai USD 69 ribu.
(ash/rns)