Hasilnya, seperti disampaikan dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (5/5/2011), 32,5 persen responden mengaku telah pulih dari krisis.
Sedangkan sebanyak 29,8 persen responden justru mengaku tidak terkena dampak krisis. Ditambah 12,8 persen responden yang mengaku krisis justru dimanfaatkan untuk mempercepat strategi mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa yang jadi alasan utama mereka saat memilih vendor PC tertentu sebagai pemasok utama di perusahaan?
- Kualitas layanan purna jual (38,6%)
- Kompatibilitas perangkat dengan aplikasi-aplikasi terbaru (35%)
- Harga (28%)
- Kemampuan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi masa depan (26,6%)
- Total Cost of Ownership/TCO (19,8%).
"Survey ini mengungkapkan bahwa para pembeli PC enterprise juga menekankan pentingnya Operating System dan Biaya Kepemilikan Total sebagai pertimbangan utama," kata Sandy Lumy, Country General Manager, Lenovo Indonesia.
Menurut Sandy, Lenovo berusaha memenuhinya dengan berbagai cara. Misalnya, Lenovo bekerja dengan Microsoft untuk menghasilkan kinerja terbaik untuk start-up dan shutdown Windows 7 lewat Enhanced Experience 2.0.
"Kami juga berulang kali meraih ranking sebagai pemimpin brand premium di industri PC global karena menghadirkan pengalaman pengguna yang luar biasa dan menawarkan Biaya Kempilikan Total terbaik di industri," Sandy melanjutkan.
Survei dilakukan terhadap 329 pengambil keputusan TI dari perusahaan-perusahaan dengan karyawan lebih dari 500 orang di seluruh kawasan ASEAN (Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand dan Filipina). Survei oleh ZDNet dan Connection Research atas nama Lenovo, di bulan November β Desember 2010.Β
(wsh/wsh)