Aplikasi visitor management sendiri memang belum banyak digunakan oleh perusahaan dalam negeri, namun bukan berarti penyedia aplikasi tersebut tidak tumbuh subur di Indonesia. Beberapa perusahaan asing asal Amerika, Eropa bahkan Malaysia sudah menjajakan layanan tersebut di Tanah Air sejak beberapa tahun lalu.
Tak gencar dengan perusahaan asing yang lebih dahulu hadir, C&C sebagai salah satu pembuat software lokal pun ikut terjun ke dalam bisnis tersebut melalui VMan, yakni sebuah aplikasi yang berfungsi untuk mencatat data seluruh pengunjung di sebuah perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Visitor management kami memiliki kelebihan karena menggabungkan empat teknologi sekaligus, pendeteksi wajah, pemindai kartu, SMS, dan access control," ujar Widiyantono, Managing Director C&C di Restaurant Ayam Goreng Suharti, Kamis (25/11/2010).
Penggabungan keempat teknologi tersebut diklaim membuat aplikasi visitor management besutan C&C tiada duanya, bahkan dibandingkan dengan perusahaan asing sekaligus.
"Boleh dibilang kami adalah pertama di dunia yang menerapkan keempat fitur tersebut ke dalam aplikasi visitor management, yang lain biasanya hanya menggunakan salah satunya saja" klaim Widiyantono.
VMan merupakan aplikasi visitor management pertama buatan anak negeri. Software yang dikembangkan oleh 7 orang jebolan Universitas Indonesia itu sudah mulai dilirik oleh perusahaan besar sekaliber Telkom dan Pertamina.
(eno/wsh)