Rifan Adi, Head of IT Department PT Siemens Indonesia mengatakan, mewujudkan IT yang ramah lingkungan adalah salah satu inisiatif Siemens global. "Arahan global kami sangat jelas dan dengan alasan inilah kami mengimplementasikan IT hijau di Indonesia. Hal ini hanya bisa dicapai dengan memilih solusi yang tepat, ramah lingkungan dan konsumsi dayanya sedikit," tukasnya.
Rifan mengatakan, Siemens bahkan bisa menghemat biaya operasional IT hingga 20 persen atas penerapan Green IT ini. Sementara konsumsi daya juga turun hingga sekitar 30 persen dengan mengkonsolidasikan server di data center dari 40 unit menjadi 20 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang, kami dapat menyediakan server untuk tim proyek atau melakukan instalasi aplikasi baru dalam waktu singkat. Kami hanya perlu sekitar 15 sampai 30 menit, bukan dalam hitungan hari," kata Rifan, dalam keterangannya yang dikutip detikINET, Selasa (21/9/2010).
Achmad S. Sofwan, Chief Operation Officer Fujitsu Indonesia menambahkan, Fujitsu Indonesia dan Siemens Indonesia adalah dua perusahaan teknologi yang sama-sama sangat memperhatikan faktor lingkungan yang tercermin baik dari portofolio produk maupun operasional bisnis.
"Di tingkat global, Fujitsu telah mengumumkan perluasan dari inisiatif Green Policy Innovation dengan tujuan mengurani emsisi CO2 hingga lebih dari 15 juta ton hingga 2012," pungkasnya. (ash/rns)