Menurut hasil penelitian lembaga riset IDC tersebut, manufaktur akan mendorong efisiensi dalam proses pengembangan produk dan menerapkan jejaring sosial dalam prosesnya.
Adapun investasi kunci pada sektor manufaktur untuk mendorong produktivitas antara lain virtualisasi, konsolidasi ERP (Enterprise Resource Planning), pengembangan pada business intelligence dan data warehouse, serta layanan jaringan data.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achmad S. Sofwan, Chief Operations Officer Fujitsu Indonesia mengatakan, industri manufaktur Indonesia belakangan menghadapi berbagai perubahan iklim bisnis seperti penerapan perdagangan bebas ACFTA (Asean-China Free Trade Agreement), standarisasi nasional, masalah infrastruktur dan tantangan pelestarian lingkungan.
"Untuk menghadapi dinamika tersebut, industri manufaktur nasional dapat memperkuat daya saingnya dengan menerapkan solusi-solusi TI yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional sekaligus menekan berbagai biaya. Semua itu harus dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan," ujarnya, dikuti detikINET dari keterangan tertulis, Jumat (21/5/2010).
(ash/rns)