Demikian penilaian General Manager LG Mobile Communication Indonesia, Usun Pringgodigdo kepada beberapa wartawan usai jumpa pers kerja sama LG dan Global Teleshop di Pasific Place Jakarta, Senin (1/2/2010).
"Ponsel Qwerty memang masih akan menjadi tren tahun ini, tapi ponsel touch screen yang murah dan smartphone juga memiliki peluang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ayal, LG pun ikut mengintip peluang tersebut. "Ya, kita akan merilis ponsel-ponsel yang tak jauh dari tren yang lagi ramai," tukasnya.
Senada dengan Usun, Presiden Direktur Global Teleshop Djatmiko Wardoyo juga mengungkapkan hal serupa. "Qwerty masih akan dominan dalam dua tahun ke depan," imbuhnya.
LG sendiri pada 2010 ini langsung tancap gas menapaki persaingan perangkat genggam di Tanah Air. Target lonjakan penjualan hingga 300% pun telah mereka tancapkan.
"Kalau sekarang kita masih kecil, kan baru mulai di 2006. Kontribusi di ASEAN juga masih kecil sekali. Tapi mulai akhir 2009 lalu sampai saat ini kita mulai agresif di pasar," pungkas Usun yang sebelumnya memperkuat Nokia Indonesia.
(ash/faw)