Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
CSL Siap Tambah Investasi US$ 100.000

CSL Siap Tambah Investasi US$ 100.000


- detikInet

Jakarta - CSL memang baru setengah tahun hadir di Indonesia dengan empat seri produk ponsel tipe Qwerty keluarannya. Namun produsen ponsel ini sudah mulai menikmati manisnya 'kue' pasar ponsel di tanah air.

Menurut Marketing Manager CSL Indonesia Ronnie, tiga produk ponsel Qwerty sebelumnya telah berhasil dipasarkan sebanyak 40 ribu unit.

Ponsel itu adalah Blueberry @500 yang dibundel bersama XL dan laku terjual lebih dari 20 ribu unit. Sisanya, dua ponsel lainnya, Blueberry @8250 dan i9000 yang dibundel dengan kartu Indosat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Ronny, penjualan tertinggi di luar Jakarta ada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Sulawesi, Makassar dan Manado.

"Untuk Blueberry @9250 terbaru kami yang dibundling dengan Axis, kami targetkan 50 ribu dalam tiga bulan pertama. Kalau bisa sampai 100 ribu," tukasnya kepada detikINET di sela peluncuran @9250 di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

Perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki pengusaha lokal dan asing itu, memang baru established sejak pertengahan 2009 ini. Namun, menurut Ronnie, brand perusahaan ini sudah lama beredar di Asia Tenggara, seperti China, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Tahun 2010 nanti, brand kita akan diperluas ke negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, Myanmar, Laos, termasuk India," ujarnya.

Untuk mendirikan kantor pusat di Jakarta dan membuka 30 service center di sejumlah daerah bersama distributor Astech, CSL Indonesia ternyata cuma menghabiskan dana US$ 100 ribu.

"Tahun depan dana investasi yang kami siapkan hampir sama, US$ 100 ribu," kata Ronnie.

CSL sendiri mengaku semakin bersemangat untuk memasarkan lini ponselnya di Indonesia mengingat 20% dari total perkiraan 40 juta ponsel impor dikuasai oleh ponsel China merek lokal. "Ini peluang bagus bagi kami."

Imbasnya, produsen ini melihat peluang untuk membuka pabrik, atau minimal pusat perakitan ponsel di Indonesia. "Kami memang punya rencana untuk bangun di Indonesia. Selama ini kami masih memproduksi di China," kata Ronnie.

Sembari melihat peluang untuk membangun pabrik dan pusat perakitan ponsel di Indonesia, CSL kata Ronnie, telah mulai menggandeng pengembang lokal beserta komunitas untuk membuat fitur inovatif sesuai keinginan penyuka ponsel lokal.

"Kita akan main lewat komunitas. Karena cuma komunitas yang mengerti apa value yang diinginkan komunitas," pungkas Ronnie. (rou/faw)







Hide Ads