Kesuksesan besar Google di ranah mobile terutama berasal dari ponsel yang memakai layanan dan pencarian webnya, yang saat ini didorong ponsel Android. Hal ini bisa terganggu jika Google menawarkan ponsel yang justru berkompetisi dengan sesama vendor ponsel Android.
Padahal, Google sebenarnya telah sukses menarik vendor ponsel memakai Android di antaranya HTC, Samsung, Motorola sampai Sony Ericsson, yang berarti memperluas cengkraman bisnis onlinenya. Nah, mereka berpotensi kecewa dengan langkah Google membuat ponsel tandingan, yang mungkin akan membuat mereka rugi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Rabu (16/12/2009), terdapat pertanyaan mengapa Google masuk bisnis ponsel yang ketat, sementara mereka tak berpengalaman. Mungkin, Google ingin menghantam Apple yang iPhonenya masih perkasa meski dikeroyok ponsel Android. Namun bedanya, Apple memang telah lama berkecimpung di bisnis hardware.
Perlu dicatat, bisnis hardware sangatlah berisiko. Jika dibandingkan dengan profit besar Google dari bisnis online, produsen hardware biasanya hanya meraih margin untung kecil, bahkan sewaktu-waktu bisa terganggu oleh suplai berlebih atau kelangkaan barang.
"Kurangnya pengalaman Google di bisnis perangkat keras kemungkinan membuat mereka sulit melaju hanya dengan mengandalkan desain semata," tukas John Jackson, analis di CSS Insight. Ia memprediksi Google akan melakukan inovasi tertentu untuk memenangkan konsumen. Konon, ponsel Google bakal dirilis pada awal tahun 2010. (fyk/faw)